Akupunktur untuk Terapi Arthiritis Reumatoid

Artritis reumatoid (AR) merupakan penyakit autoimun sendi kronik terbanyak di dunia. Menurut WHO prevalensinya antara 0,3% sampai 1% dimana dua pertiga penderitanya lebih banyak wanita dibandingkan pria. AR biasanya didiagnosa antara umur 40 sampai 70 tahun yang insiden terbanyak pada dekade ke enam. Di negara berkembang, setelah 10 tahun dari dimulainya AR dapat membuat 50% penderitanya tidak bisa bekerja secara penuh waktu, karena bila tidak diterapi akan menyebabkan kelumpuhan dan meningkatkan angka kematian. AR yang tidak diterapi akan membuat kerusakan pada sendi dan tulang sekitarnya yang akan menyebabkan perubahan posisi dan malformasi secara progresif permanen.

Regimen pengobatan AR saat ini adalalah penggunaan Disease Modifying Anti Rheumatic Drugs (DMARD) sedini mungkin kecuali terdapat kontra indikasi. Sayangnya semua DMARD mempunyai ciri yang relatif sama yaitu bersifat slow acting yang akan memberikan efek setelah 1-6 bulan kecuali agen biologik. Penggunaan agen biologik untuk mengintervensi progresivitas dan keparahan AR sangat baik dan berefek cepat karena sesuai dengan perjalanan penyakit secara molekuler, tetapi biaya yang tinggi dan efek samping yang serius harus menjadi pertimbangan untuk menggunakannya. Akupunktur merupakan metode non-farmakologis yang terbukti baik dalam pengobatan AR yang sekarang ini sudah banyak penelitian di bidang imunologi, dilaporkan penggunaan akupunktur tidak mempunyai efek samping dan dapat meningkatkan fungsi serta kualitas hidup penderitanya.

Banyak penelitian mekanisme kerja akupunktur dalam mengobati AR, diantaranya anti-inflamasi, regulasi sistem imun dan efek anti-oksidan. Efek anti-inflamasi mempunyai peran penting karena sekaligus untuk mengurangi nyeri. Efek meregulasi sistem imun menjadi sangat penting, karena AR mempunyai karakteristik infiltrasi membran sinovial pada banyak sendi oleh sel T, sel B, dan monosit.

Akupunktur mempunyai efek samping yang sangat minimal. Adapun efek samping akupunktur yang sering adalah kebiruan dan nyeri. Melihat dari banyaknya efek positif yang dihasilkan oleh akupunktur, maka akupunktur dapat diaplikasikan sebagai pelengkap terapi standar AR agar kualitas hidup, progresifitas, dan rekurensi penyakit menjadi lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Upcoming Events