“Regular Sleep, Healthy Future” Literasi Kesehatan Tidur Dengan Akupunktur Medik.

Halo Sobat Akupunktur! Sudah tahu belum bahwa tanggal 19 Maret 2021 diperingati sebagai World Sleep Day 2021? Untuk memperingati hari tidur sedunia, Kelompok Staff Medis (KSM) Telinga Hidung Tenggorok-Kepala Leher RSCM FKUI bersama Instalasi Peningkatan Kompetensi dan Simulasi Klinik (iCom-Sik_ICTEC RSCM FKUI) menyelenggarakan webinar untuk dengan tema “Regular Sleep, Healthy Future”.

Pada acara webinar yang dihadiri oleh 179 orang peserta ini, diadakan juga lomba literasi kesehatan tidur. Program Studi Dokter Spesialis Akupunktur Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ikut berpartisipasi dan dr. Yolanda Teja yang merupakan salah satu dokter Program Studi Dokter Spesialis Akupunktur Medik FKUI  berhasil menjadi salah satu pemenang naskah literasi Kesehatan tidur! Dengan menjadi pemenang lomba, dr Yolanda memiliki kesempatan berdiskusi langsung dengan Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, (K), FAAP, FRCPI, (Hon.) mengenai kesehatan tidur.

Mengapa dibuat hari tidur sedunia? “Karena seseorang suka lupa tidur, sehingga tidur memang harus dikembalikan ke rutinitas pola keteraturan ke ritmik seharusnya. Kurang tidur dapat menurunkan imunitas dan tidur yang baik dapat meregulasi berbagai macam hormon” terang Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, (K), FAAP, FRCPI (Hon.)

Dalam naskahnya, dr.Yolanda meliterasikan bahwa tidur adalah kebutuhan dasar manusia. Banyak orang yang memiliki waktu tidur sangat kurang, bahkan di penelitian di Amerika menyatakan lebih dari separuh, yaitu 56% orang mengalami kesulitan tidur. Hal ini dapat berdampak buruk karena kurangnya tidur yang teratur dan berkualitas dapat menyebabkan berbagai gangguan masalah. Penyebab gangguan tidur juga bermacam-macam dan hal ini dapat dibantu dengan terapi farmakologis ataupun non farmakologis. Terapi farmakologi dapat berupa obat-obatan, namun mengingat efek samping yang dapat ditimbulkan maka akan lebih baik efeknya jika digabungkan  antara terapi farmakologis maupun  non farmakologis  anatara lain seperti hygiene tidur, relaksasi, dan juga akupunktur. Akupunktur medik merupakan terapi non farmakologis dengan menggunakan jarum akupunktur, yang menerapkan ilmu anatomis, fisiologis dan berdasarkan Evidenced Based Medicine (EBM). Penjaruman pada titik akupunktur dapat mengaktifkan serabut saraf dan mengaktifkan serabut sensoris pada sistem saraf pusat, yang dapat meregulasi beberapa neuromodulator seperti epinefrin , non epinefrin dan lainnya. Penjaruman pada titik akupunktur juga ikut memodulasi persyarafan simpatis  dan parasimpatis yang dapat memberi efek menenangkan dan membantu tidur pada seseorang.

Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, (K), FAAP, FRCPI (Hon.) menyatakan bahwa sangat tertarik pada terapi Akupunktur Medik yang dapat membantu kesehatan tidur dan berharap untuk dapat diteliti aspek hormonal guna melihat dari bagian hormonal yang IgF1, growth hormone, kortisol, tiroid, paratiroid, leptin dan melatonin yang dapat berpengaruh pada Kesehatan tidur.

Menarik sekali ya! Sekali lagi selamat kepada Program Studi Akupunktur Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Selamat dr. Yolanda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Upcoming Events