Peran Akupunktur pada Gangguan Penggunaan Opioid

Gangguan penggunaan opioid (Opioid use disorder/OUD) adalah gangguan terkait zat yang serius akibat dari penyalahgunaan opioid1. Saat ini, opioid masih menjadi jenis obat yang paling berbahaya dalam hal kesehatan, yang menyebabkan 70 persen dari beban penyakit global yang disebabkan oleh gangguan penggunaan narkoba2,3. Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa pasien dengan OUD memiliki risiko kematian yang tinggi dan angka penyakit infeksi tinggi misalnya, HIV, AIDS, dan hepatitis B dan C. OUD adalah masalah kesehatan di seluruh dunia yang secara serius memperburuk beban pada individu, keluarga, dan masyarakat4,5.

Pedoman internasional merekomendasikan pengobatan substitusi opioid (opioid substitution treatment/OST), yaitu farmakoterapi (buprenorfin, metadon, dll.); sebagai tambahan, terapi klinis primer untuk OUD juga termasuk terapi psikososial dan akupunktur. Dengan perkembangan teknik, akupunktur menjadi lebih bervariasi. Saat ini, semakin banyak negara telah merumuskan peraturan dan kebijakan untuk akupunktur. Karena aman, berkhasiat, dan tidak melibatkan konsumsi obat, semakin banyak pasien yang memilih untuk menerima pengobatan komplementer dan alternatif, seperti akupunktur, untuk mengobati penyakit6.

Penelitian pada hewan menunjukkan pengaruh akupunktur pada gejala penarikan (withdrawal). Dalam pengobatan gangguan tidur, EA (elektroakupunktur) pada 100 Hz dan 2 Hz secara signifikan meningkatkan tidur REM, tidur NERM, dan total waktu tidur. Untuk keinginan (craving), perilaku mencari obat ditekan oleh akupunktur dan dibalikkan dengan pretreatment dengan antagonis GABA selektif, menyarankan mediasi keinginan morfin melalui jalur GABAergik. Akupunktur menunjukkan potensi yang cukup besar sebagai pengobatan tambahan, tetapi analisa tidak memberikan bukti bahwa akupunktur lebih unggul daripada pengobatan farmakologis saja. Stimulasi listrik pada frekuensi rendah (2 Hz) mempercepat produksi endorfin dan enkefalin. Stimulasi frekuensi tinggi (100 Hz) meningkatkan tingkat dinorphin yang pada gilirannya menekan penarikan pada tingkat tulang belakang. Efek dari elektroakupunktur 100 Hz dapat dikaitkan dengan aktivasi faktor neurotropik yang diturunkan dari otak di daerah tegmental ventral, regulasi protein pengikat elemen respons cAMP, dan peningkatan sintesis dinorfin di sumsum tulang belakang, periaqueductal grey, dan hipotalamus.

Meta-analisis dari uji klinis menunjukkan potensi akupunktur sebagai pengobatan untuk depresi terkait opioid dan kecemasan, tetapi tidak ada efek menguntungkan yang signifikan secara statistik dilaporkan untuk keinginan opioid. Sebuah meta-analisis oleh Liu, dkk. mengungkapkan bahwa pasien yang mendapat akupunktur dikombinasikan dengan terapi agonis opioid memiliki skor gejala penarikan opioid lebih rendah dibandingkan individu yang menerima terapi agonis opioid saja. Bukti yang ada menunjukkan bahwa akupunktur sebagai pengobatan tambahan mungkin berpotensi menurunkan dosis agonis yang dibutuhkan dan mengurangi efek samping agonis7.

Sumber:

  1. National Library of Medicine, Medical Subject Headings, 1998, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/mesh/?term=opioid+use+disorder.
  2. United Nations Office on Drugs and Crime, World Drug Report 2017: Boollet 1, United Nations publication, 2017.
  3. United Nations Office on Drugs and Crime, World Drug Report 2017: Boollet 2, United Nations publication, 2017.
  4. N. Wright, J. Reimer, L. Somaini et al., “Are we ready to treat hepatitis C virus in individuals with opioid use disorder,” European Journal of Gastroenterology & Hepatology, vol. 29, no.11, pp. 1206–1214, 2017.
  5. M. Kazatchkine, “Russia’s ban on methadone for drug users in crimea will worsen the HIV/AIDS epidemic and risk public health,” BMJ, vol. 348, Article IDg3118, 2014.
  6. Chen Z, Wang Y, Wang R, Xie J, Ren Y. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine Vol 2018, Article ID 3724708, https://doi.org/10.1155/2018/3724708
  7. WU SLY, Leung AWN, Yew DTW. East Asian Arch Psychiatry 2016;26:70-6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Upcoming Events