dr. Ellen, dr. Irma Nareswari, B.Med.Sc., Sp. Ak., Subsp. Ak-AA (K)
Clevelandclinic.org
Sindrom perimenopause merupakan masa transisi menuju menopause yang biasanya terjadi sekitar 5 sampai 10 tahun sebelum menstruasi berhenti secara permanen. Pada fase ini, fluktuasi hormonal terutama penurunan hormon estrogen dapat memicu berbagai keluhan, salah satunya adalah gangguan tidur atau insomnia.¹ Insomnia pada sindrom perimenopause tidak hanya ditandai dengan sulit tidur, tetapi juga sering terbangun di malam hari, tidur tidak nyenyak, serta bangun terlalu dini. Kondisi ini dapat berdampak pada kelelahan, penurunan konsentrasi, serta penurunan kualitas hidup secara keseluruhan.² Insomnia pada periode ini sering dikaitkan dengan gejala vasomotor seperti hot flashes dan keringat malam, perubahan suasana hati, serta kecemasan yang menyertai perubahan hormonal pada masa transisi menopause.³ Meskipun terapi farmakologis seperti obat hipnotik atau terapi hormon dapat diberikan, penggunaan jangka panjang sering dikaitkan dengan efek samping dan risiko ketergantungan. Oleh karena itu, banyak pasien mencari terapi non- farmakologis yang lebih aman untuk penggunaan jangka panjang.⁴
Terapi akupunktur telah banyak digunakan sebagai pendekatan terapi non-farmakologis yang relatif aman dengan efek samping minimal. Terapi akupunktur bekerja dengan menstimulasi titik-titik akupunktur tertentu di tubuh menggunakan jarum halus yang dapat memodulasi sistem saraf, regulasi neurotransmitter dan hormonal, serta keseimbangan fisiologis tubuh secara keseluruhan.⁵
Penelitian modern menunjukkan bahwa terapi akupunktur dapat membantu memperbaiki kualitas tidur melalui modulasi neurotransmitter yang berperan dalam regulasi siklus tidur-bangun, seperti serotonin, gamma-aminobutyric acid (GABA), dan melatonin.⁶ Selain itu, stimulasi akupunktur juga dapat menurunkan aktivitas sistem saraf simpatis yang berkaitan dengan kondisi stres dan meningkatkan aktivitas parasimpatis yang berperan dalam relaksasi dan proses tidur.⁷ Akupunktur juga dapat mempengaruhi aksis hipotalamus–pituitari–ovarium sehingga membantu menyeimbangkan fluktuasi hormon estrogen serta mengurangi gejala vasomotor yang sering mengganggu tidur pada fase perimenopause.⁸ Selain itu, efek regulasi sistem saraf pusat dari terapi akupunktur dapat membantu mengurangi kecemasan dan memperbaiki suasana hati, yang secara tidak langsung berkontribusi terhadap peningkatan kualitas tidur.⁹
Beberapa penelitian terkini mendukung efektivitas akupunktur untuk insomnia pada wanita perimenopause. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis terbaru menunjukkan bahwa terapi akupunktur secara signifikan meningkatkan kualitas tidur yang diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dibandingkan dengan perawatan standar atau kelompok kontrol.¹⁰ Jenis terapi akupunktur yang sering digunakan antara lain akupunktur manual menggunakan jarum halus, elektroakupunktur yang dikombinasikan dengan stimulasi listrik ringan untuk memberikan stimulasi yang lebih stabil, serta akupunktur telinga (auricular acupuncture) yang berhubungan dengan titik relaksasi dan regulasi hormonal pada telinga.¹¹ Terapi umumnya diberikan sebanyak 1–2 kali per minggu selama 4–8 minggu tergantung pada kondisi pasien dan respons terapi yang diperoleh.¹²
Insomnia pada sindrom perimenopause merupakan keluhan yang cukup sering terjadi dan dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari serta kualitas hidup. Terapi akupunktur menawarkan pendekatan yang relatif aman, efektif, dan minim efek samping untuk membantu memperbaiki kualitas tidur melalui mekanisme regulasi neurologis, hormonal, dan psikologis. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter spesialis Akupunktur Medik sangat dianjurkan untuk mendapatkan penilaian dan rencana terapi yang sesuai dengan kondisi individu.
Referensi
1. Salin SA, Savukoski SM, Pesonen PR, Auvinen JP, Niinimäki MJ. Sleep disturbances in women with early-onset menopausal transition: a population-based study. Menopause. 2023;30(11):1106-1113.
2. Tandon VR, Sharma S, Mahajan A. Menopause and sleep disorders. Journal of Mid- Life Health. 2022;13(1):26-33.
3. Zhao J, Ji Y, Zuo Y, et al. Association of oxidative stress and proinflammation with insomnia in perimenopause. Journal of Women’s Health. 2024;33(3):379-387.
4. Jeon GH. Insomnia in postmenopausal women: how to approach and treat it. Journal of Clinical Medicine. 2024;13(2):428.
5. Kim SA, Lee SH, Kim JH, et al. Efficacy of acupuncture for insomnia: a systematic review and meta-analysis. American Journal of Chinese Medicine. 2021;49(5):1135- 1150. 6. Zhao FY, Fu QQ, Spencer SJ, et al. Acupuncture: a promising approach for comorbid depression and insomnia in perimenopause. Nature and Science of Sleep. 2021;13:1823-1836.
7. Kouzuma N, Taguchi T, Higuchi M. Heart rate and autonomic nervous system activity during acupuncture and its effects on menopausal symptoms: a randomized prospective trial. Medical Acupuncture. 2022;34(5):299-307.
8. He S, Wang Z, Dong S, et al. Effect of acupuncture on menopausal depressive disorder and serum hormone levels: a systematic review and meta-analysis. Frontiers in Psychiatry. 2025;16:1591389.
9. Wang S, Bai L, Zhu P, et al. Network meta-analysis of acupuncture therapy for female insomnia and negative emotions during the perimenopausal window. Frontiers in Neurology. 2025;16:1726927.
10. Song S, Chen H, Fu H. Systematic review and meta-analysis on the efficacy and safety of acupuncture for perimenopausal insomnia. Frontiers in Neurology. 2025;16:1649856. 11. Kim B, Park H. The effects of auricular acupressure on menopausal symptoms, stress, and sleep in postmenopausal middle-aged women: a randomized single-blind sham- controlled trial. Journal of Midwifery & Women’s Health. 2024;69(1):41-51.
12. Zhang X, Liu C, Qin S, et al. Acupuncture as an independent or adjuvant therapy to standard management for menopausal insomnia: a systematic review and meta- analysis. PLOS One. 2025;20(2):e0318562.