
A Rukmawati, Adiningsih Sri Lestari, C. Simadibrata and M. Abdullah
The 2nd Physics and Technologies in Medicine and Dentistry Symposium.
IOP Conf. Series: Journal of Physics: Conf. Series 1073 (2018) 062042 doi :10.1088/1742-6596/1073/6/062042
Abstract. Dyspepsia is a gastroduodenal syndrome that affects the physical and the emotional quality of life. The available pharmacological therapies vary in effectiveness. Acupuncture can address dyspepsia symptoms effectively. Electroacupuncture (EA) stimulation at ST 36 Zusanli improves dyspepsia by modulation of nitric oxide (NO) in the gastric environment. This doubleblind randomized controlled trial compared the effectiveness of EA treatment and manual acupuncture (MA) at ST 36 Zusanli to increase the serum levels of NO in patients with dyspepsia. Forty patients with dyspepsia were randomly allocated to EA or MA. The results showed there were significant differences in the mean serum levels of NO in the EA group compared to the MA group (p = 0.026). The results indicate that electroacupuncture at ST 36 Zusanli was more effective than MA in increasing the serum levels of NO in patients with dyspepsia (p < 0.05).
Abstrak. Dispepsia merupakan sindrom gastroduodenal yang memengaruhi kualitas hidup secara fisik maupun emosional. Terapi farmakologis yang tersedia menunjukkan efektivitas yang bervariasi. Akupunktur dapat memberikan perbaikan gejala dispepsia secara efektif. Stimulasi elektroakupunktur (EA) pada titik ST 36 Zusanli diketahui dapat memperbaiki kondisi dispepsia melalui modulasi kadar nitrogen monoksida (NO) di lingkungan lambung. Penelitian ini merupakan uji acak terkontrol dengan desain double-blind yang membandingkan efektivitas terapi EA dan akupunktur manual (MA) pada titik ST36 Zusanli dalam meningkatkan kadar serum NO pada pasien dengan dispepsia. Sebanyak empat puluh pasien dispepsia secara acak dialokasikan ke kelompok EA atau MA. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada rata-rata kadar serum NO antara kelompok EA dan MA (p = 0,026). Temuan ini mengindikasikan bahwa elektroakupunktur pada titik ST36 Zusanli lebih efektif dibandingkan akupunktur manual dalam meningkatkan kadar serum NO pada pasien dengan dispepsia (p < 0,05).