dr. Andreas Octaviano Rainaldy dan Dr. dr. Wahyuningsih Djaali, M. Biomed, Sp. Ak
Crispysalad.co.id
Anak sulit makan atau yang sering disebut orang tua sebagai “gerakan tutup mulut” merupakan masalah yang cukup sering terjadi pada masa pertumbuhan. Kondisi ini ditandai dengan berkurangnya nafsu makan, anak menolak makan, atau hanya mau mengonsumsi jenis makanan tertentu. Pada beberapa anak, kondisi ini juga dapat disertai perilaku memilih makanan (picky eating), yaitu hanya mau mengonsumsi makanan dengan rasa atau tekstur tertentu.
Kesulitan makan paling sering terjadi pada anak usia 1 hingga 6 tahun. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sekitar 14% hingga 50% bayi dan anak usia prasekolah pernah mengalami masalah penolakan makan. Seiring bertambahnya usia, angka kejadian ini cenderung menurun menjadi sekitar 7% hingga 27% pada anak yang lebih besarJika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini berisiko menyebabkan kekurangan gizi, menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak, serta menurunkan daya tahan tubuh sehingga anak lebih mudah terserang penyakit. Apabila anak mengalami kesulitan makan dalam waktu yang lama atau berat badan tidak meningkat dengan baik, orang tua dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Meskipun banyak anak mengalami penolakan makan, belum ada terapi definitif yang terbukti efektif secara pasti. Obat-obatan konvensional seperti probiotik dan suplemen zinc sering digunakan, namun efektivitasnya masih dipertanyakan. Oleh karena itu, pilihan terapi non-farmakologis menjadi populer di kalangan orang tua untuk menangani kesulitan makan pada anak oleh karena adanya kekhawatiran terhadap efek samping obat dan ketidakpuasan terhadap pengobatan.
Akupunktur telah lama digunakan pada anak-anak untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk kesulitan makan dan penurunan nafsu makan. Akupunktur bekerja dengan memperbaiki keseimbangan organ terkait dan mengembalikan fungsi pencernaan yang sehat, sehingga dapat membantu mengurangi gangguan pencernaan dan berkontribusi pada peningkatan nafsu makan.
Terapi akupunktur untuk kesulitan makan pada anak dilakukan melalui berbagai modalitas yang bervariasi, baik dari segi teknik, alat yang digunakan, maupun cara pemberiannya. Modalitas yang paling umum digunakan adalah akupunktur jarum. Selain teknik akupunktur jarum, terapi juga dapat menggunakan akupunktur laser, di mana terapi ini menggunakan sinar laser yang bertujuan untuk menstimulasi titik akupunktur. Terapi laser ini tidak menimbulkan nyeri, sehingga cocok untuk anak yang takut jarum. Laser akupunktur terbukti memberikan efek biostimulasi yang serupa dengan tusuk jarum, namun tanpa rasa sakit.
Modalitas terapi lain dapat dilakukan dengan penekanan pada titik akupunktur, yang disebut dengan “akupresur”. Akupresur dilakukan dengan menekan titik akupunktur dengan menggunakan jari selama 1–2 menit per titik, yang dapat dilakukan setiap hari secara mandiri.
Titik Sifeng (EX-UE10) merupakan titik akupresur yang terletak pada lipatan sendi jari tangan kedua hingga kelima. Dalam praktik akupunktur, titik ini sering digunakan untuk membantu mengatasi gangguan pencernaan pada anak, termasuk keluhan sulit makan atau anoreksia. Stimulasi ringan pada titik Sifeng dengan cara penekanan atau pemijatan dipercaya dapat membantu meningkatkan fungsi pencernaan, sehingga nafsu makan anak menjadi lebih baik. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa stimulasi pada titik ini dapat membantu mendukung peningkatan berat badan pada anak yang mengalami penurunan nafsu makan.
Terapi akupunktur dapat menjadi pilihan yang aman dan bermanfaat dalam membantu meningkatkan nafsu makan pada anak dengan keluhan gerakan tutup mulut. Dengan penanganan yang tepat oleh tenaga medis terlatih, diharapkan anak dapat kembali menikmati proses makan dan tumbuh kembangnya tetap optimal.
REFERENSI
1. Lee S, Kim Y, Kim H, Kang K, Choi T-Y, Lee H. Acupuncture for the treatment of childhood anorexia: A systematic review and meta-analysis. Complement Ther Med. 2022;69:102847. doi:10.1016/j.ctim.2022.102847. 2. Wright CM, Parkinson KN, Shipton D, Drewett RF. How do toddler eating problems relate to their eating behavior, food preferences, and growth? Pediatrics. 2007;120(4):e1069–e1075. 3. Cheng Y, Zhang H, Guo X, Jin X, Feng A. On the treatment of children’s anorexia based on the theory of spleen yin. Int J Clin Exp Med Res. 2021;5(3):356–361. 4. Cardona Cano S, Tiemeier H, Van Hoeken D, et al. Trajectories of picky eating during childhood: a general population study. Int J Eat Disord. 2015;48(6):570–579. 5. Wang Y, Guo J, Sun Y, Wu L. Clinical observation on infantile anorexia treated with acupuncture at Sifeng. Zhongguo Zhen Jiu. 2013;33(4):307–10. 6. Chen R, Wu Y, Zhao Y, Yang J. Acupuncture at Sifeng for children with anorexia: A meta-analysis. J Tradit Chin Med. 2019;39(6):889–96. doi:10.19852/j.cnki.jtcm.2019.06.019. 7. Xie Y, Huang T, Wang J, Liu W, Zheng H. Effect of acupoint application therapy on children with anorexia: A randomized controlled trial. Evid Based Complement Alternat Med. 2015;2015:630892. doi:10.1155/2015/630892. 8. Xiong J, Jin J, Ma J, Wang J. Clinical study of laser acupuncture therapy in treating functional anorexia in children. Chinese Journal of Integrative Medicine on Cardio-Cerebrovascular Disease. 2017;15(11):1429–31. 9. Zhao L, Zhang FW, Li Y, Wu L, Zhang J, Wang L. Clinical observation on the effect of acupressure combined with diet guidance in the treatment of children’s functional anorexia. Chin Arch Tradit Chin Med. 2018;36(1):149–52. 10. Chen Y, Lun TT, Li L, Yu J, Xiang M. Acupuncture at Sifeng (EX-UE 10) for pediatric anorexia: a systematic review and meta-analysis. Complementary Therapies in Medicine. 2023;78:102988.