Akupunktur pada Alergi Makanan

Alergi makanan adalah suatu gangguan kesehatan akibat adanya respon imun tubuh yang merugikan terhadap paparan makanan. Alergi mulai berkembang sejak masa kanak-kanak, dimana manifestasinya dapat timbul pada kulit, saluran cerna, maupun sistem saluran napas. Kejadian alergi dapat terjadi pada seluruh individu, tidak terbatas pada usia, status sosioekonomi, maupun ras tertentu.1 Pada sebuah survei yang dilakukan di Amerika Serikat pada tahun 2018, prevalensi alergi makanan sebesar 8.3% pada anak dan sebesar 10% pada dewasa.2 Lebih dari 11% anak yang mengalami alergi makanan memiliki orang tua dengan riwayat alergi makanan, sehingga genetik atau riwayat keluarga dengan alergi menjadi faktor resiko timbulnya alergi makanan pada seorang individu.2,3

Telur, susu, kacang, dan makanan laut merupakan beberapa jenis makanan yang sering menimbulkan alergi.1 Gejala alergi makanan dapat timbul beberapa menit sampai dengan beberapa hari setelah seseorang mengkonsumsi makanan tertentu, dengan tingkat keparahan bervariasi dari ringan hingga berat. Gejala yang timbul dapat berupa gangguan pada beberapa sistem organ, misalnya pada kulit seperti gatal, kemerahan, bengkak di bibir, mata, dan atau wajah; gangguan saluran cerna seperti mual, muntah, diare, dan atau kolik; gangguan saluran napas atas dan bawah seperti hidung terasa gatal, berair, dan atau buntu, bersin, batuk, napas terasa berat, sesak, mengi, bahkan dapat menyebabkan syok anafilaktik yang membahayakan nyawa.4, 5 Kasus alergi makanan perlu dibedakan dengan intoleransi makanan, dimana individu dengan intoleransi makanan hanya akan mengalami gangguan pada saluran cerna saja dan biasanya muncul pada usia lebih dari 3 tahun.4

Pengobatan standar untuk alergi makanan saat ini adalah dengan antihistamin untuk alergi ringan sampai berat dan adrenalin untuk syok anafilaktik. Secara umum terapi utama dalam penanganan alergi makanan adalah mencegah dan menghindari terpapar jenis makanan tersebut. Pada anak-anak upaya pencegahan alergi makanan dapat dilakukan dengan pemberian Air Susu Ibu eksklusif sampai minimal usia 4 bulan dan dilanjutkan dengan menghindari pemberian makanan padat pada usia 4 sampai 6 bulan.1 Terapi akupunktur sudah terbukti efektif dalam penanganan berbagai gangguan imun seperti alergi, infeksi, penyakti autoimun, dan penyakit imunodefisiensi,6 sehingga American Academy of Medical Acupuncture (AAMA) pun mendukung penggunaan akupunktur untuk penanganan alergi.7 Peran akupunktur dalam alergi adalah meningkatkan kapasitas sel natural killer  untuk melawan zat asing, menyeimbangkan sel Th1/Th2, dan aktivasi interaksi antara sistem saraf dengan sistem imun  tubuh. Akupunktur tidak hanya dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit tapi juga meregulasi imun tubuh, sehingga memiliki peran dalam penanganan alergi.6

Pada tahun 2019, Zhu dkk melakukan penelitian pada 60 pasien alergi, baik berupa rhinitis alergi, alergi makanan, alergi kulit, dan lain-lain. Terapi akupunktur dilakukan selama 30-45 menit sebanyak 2 kali seminggu selama 6 minggu. Dari penelitian ini didapatkan akupunktur meredakan gejala alergi dalam waktu singkat, mengurangi keparahan gejala, dan mengurangi penggunaan obat antihistamin. Pada beberapa pasien perbaikan gejala alergi bahkan mulai terlihat setelah terapi akupunktur pertama.8


Daftar Pustaka

1.         Sicherer SH, Sampson HA. Food allergy. J Allergy Clin Immunol. 2010;125(2 Suppl 2):S116-25.

2.         Warren CM, Jiang J, Gupta RS. Epidemiology and Burden of Food Allergy. Curr Allergy Asthma Rep. 2020;20(2):6.

3.         Lack G. Update on risk factors for food allergy. J Allergy Clin Immunol. 2012;129(5):1187-97.

4.         Lifschitz C, Szajewska H. Cow’s milk allergy: evidence-based diagnosis and management for the practitioner. European Journal of Pediatrics. 2014;174(2):141-50.

5.         Walsh J, Meyer R, Shah N, Quekett J, Fox AT. Differentiating milk allergy (IgE and non-IgE mediated) from lactose intolerance: understanding the underlying mechanisms and presentations. Br J Gen Pract. 2016;66(649):e609-11.

6.         Kim SK, Bae H. Acupuncture and immune modulation. Auton Neurosci. 2010;157(1-2):38-41.

7.         Acupuncture AAoM. Health conditions treated by acupuncture California: American Academy of Medical Acupuncture; 2020 [Available from: https://medicalacupuncture.org/for-patients/health-conditions/.

8.         Zhu J, Arsovska B, Kozovska K. Acupuncture Treatment in Allergies. International Journal of Medical Science and Health Research. 2019;3:49-52.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Upcoming Events