dr. Riri Kumala Sari, dr. Atikah C. Barasila, M.Biomed., Sp. Ak., AHK (K)
Grid.ID
Disfungsi seksual wanita merupakan kondisi kompleks yang mencakup gangguan hasrat seksual, gairah seksual, pelumasan, orgasme, kepuasan seksual, dan nyeri saat berhubungan, yang mempengaruhi 25,8%-67% wanita di seluruh dunia dan berdampak signifikan pada kualitas hidup serta relasi interpersonal. Masalah ini dapat mengganggu kesehatan, merusak hubungan dan membuat stres psikologis. Pengobatan medis terkait disfungsi seksual wanita saat ini adalah berupa terapi hormonal, terapi cognitive behavioral, terapi mindfulness, terapi sex dan terapi otot panggul serta penggunaan pelumas yang efektivitasnya bervariasi sehingga banyak penelitian kini membahas terapi seperti akupunktur.1,2
Penelitian pada European Journal of Obstetrics, Gynecology & Reproductive Biology pada tahun 2023 menganalisa empat penelitian dengan total 178 peserta. Penelitian ini menemukan bahwa akupunktur bisa membantu meningkatkan fungsi seksual pada wanita, khususnya dalam hal hasrat dan gairah, dibandingkan dengan kelompok yang tidak mendapatkan akupunktur.1 Hasil ini juga didukung oleh sebuah penelitian lain yang diterbitkan di Journal of Alternative and Complementary Medicine, yang melibatkan 17 wanita berumur 40 sampai 66 tahun dengan gangguan fungsi seksual wanita yang menjalani empat sesi terapi akupunktur. Penelitian tersebut menunjukkan ada peningkatan yang signifikan dalam keinginan seksual, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Selain itu, akupunktur juga membantu mengurangi masalah psikologis seperti kecemasan dan stres yang berhubungan dengan masalah seksual.3
Sebuah penelitian yang dilakukan dengan metode uji coba terkontrol secara acak dan dipublikasikan pada tahun 2024 di Journal of Acupuncture and Meridian Studies meneliti manfaat akupresur pada 115 wanita yang sedang mengonsumsi obat antidepresan jenis selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) dan mengalami gangguan fungsi seksual. Penelitian ini menemukan bahwa melakukan akupresur pada titik tertentu di tubuh, yaitu PC6 dan SP6, selama delapan minggu bisa membantu meningkatkan keinginan seksual, kekuatan orgasme, kepuasan dalam berhubungan, dan keseluruhan fungsi seksual secara signifikan dibandingkan dengan kelompok yang tidak mendapatkan akupresur.4
Berdasarkan perspektif biomedis modern, akupunktur memodulasi kadar hormon reproduksi (estrogen, testosteron), meningkatkan neurotransmitter (dopamin, serotonin), mengurangi kecemasan dan depresi, serta memperbaiki sirkulasi darah ke organ reproduksi1. Studi juga menunjukkan bahwa akupunktur dapat mempengaruhi konektivitas fungsional jaringan otak yang terkait dengan fungsi seksual.5
Walaupun hasil penelitian menunjukkan akupunktur memiliki manfaat untuk disfungsi seksual pada wanita, masih dibutuhkan penelitian besar dan melibatkan banyak pusat untuk memastikan manfaatnya secara lebih komprehensif. Dalam praktik sehari-hari, akupunktur bisa menjadi pilihan yang aman dan efektif untuk mengatasi masalah fungsi seksual pada wanita, terutama bagi yang tidak mendapat hasil dari pengobatan biasa atau mengalami efek samping dari obat. Terapi akupunktur selama ini terbukti aman, kebanyakan studi melaporkan tidak ada efek samping serius, hanya rasa sakit ringan atau memar kecil di tempat jarum ditusukkan.1,5 Menggabungkan akupunktur dengan edukasi tentang kesehatan seksual, konseling psikoseksual, dan pemeriksaan faktor-faktor yang mempengaruhi akan membuat hasil pengobatan lebih baik.
Akupresur yang dilakukan pada telinga juga terbukti membantu wanita yang sudah mengalami masa menopause dan punya masalah fungsi seksual. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa akupresur telinga adalah cara yang efektif untuk memperbaiki fungsi seksual dan mengurangi perasaan stres atau gangguan terkait masalah seksual pada kelompok wanita ini.6 Penemuan ini menunjukkan bahwa akupunktur bisa digunakan dalam berbagai cara untuk membantu orang dengan berbagai usia dan kondisi hormon yang berbeda.
Referensi
- Ning S, Liu S, Chen X, et al. Acupuncture modification treatment for female sexual dysfunction: A meta-analysis. European Journal of Obstetrics and Gynecology and Reproductive Biology 2023; 291: 29–33.
- Salari N, Hasheminezhad R, Hosseinian-Far A, et al. Global prevalence of female sexual dysfunction based on physical activity: a systematic review and meta-analysis. BMC Womens Health 2025; 25: 200.
- Running A, Smith-Gagen J, Wellhoner M, et al. Acupuncture and female sexual dysfunction: A time-series study of symptom relief. Med Acupunct 2012; 24: 249–255.
- Mohammad-Abad NH, Zafari S, Taghavi SA, et al. Acupressure as an Effective Method for Improving Sexual Function in Depressant Women Treated with Selective Serotonin Reuptake Inhibitor: a Randomized Clinical Trial. J Acupunct Meridian Stud 2024; 17: 196–205.
- Wang H, Chang H, Wang A, et al. A narrative review of acupuncture for sexual dysfunction: perspective of traditional Chinese medicine. Transl Androl Urol 2024; 13: 2587–2600.
- Ye SL, Feng Y, Zhou RY, et al. Acupuncture for female sexual dysfunction: a case report. Acupuncture in Medicine 2023; 41: 55–57.