Peran Akupunktur pada Keriput Wajah

Keriput merupakan lipatan atau garis kerut yang muncul di wajah dan tubuh saat kulit kehilangan elastisitas dengan berkurangnya jumlah kolagen pada dermis dan lapisan tengah kulit serta jumlah lemak di lapisan subkutan atau lapisan terdalam dari kulit yang semakin berkurang dari waktu ke waktu.1Seiring dengan peningkatan usia maka elastisitas kulit akan menurun karena sel fibroblast yang menghasilkan kolagen hanya sedikit yang mengakibatkan kulit kendur, keriput dan tampak lebih tua dari usianya.2

Secara biologis terdapat 2 penyebab adanya kerutan yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik terjadi secara genetik dimana terdapat penghilangan jaringan elastis secara progresif, penurunan kolagen kulit dan serat kolagen. Proses ini menurunkan kemampuan proliferasi dari sel kulit, mengurangi produksi matriks di dermis dan meningkatkan ekspresi enzim yang menurunkan matrix kolagen. Reaktif oksigen species (ROS) juga menyebabkan kerusakan lipid, protein dan DNA yang mempengaruhi seluler penuaan. Sedangkan faktor ekstrinsik terjadi akibat paparan sinar radiasi ultraviolet (UV) dimana 80% disebabkan oleh paparan sinar matahari. Kerutan pada wajah biasanya berlokasi pada area dahi, atas alis, kelopak mata, area bawah mata, area nasolabial, sudut bibir, area sudut mata dan area bawah mata.2

Menurut statistik secara global yang dirilis oleh International Society of Aesthetic Plastic Surgery ditahun 2017, terdapat data tindakan non bedah untuk kosmetik sebanyak 13.209.539 pada tahun 2016. 10% lebih banyak dari tahun sebelumnya. Dalam hal ini ketertarikan terapi akupunktur untuk kosmetik juga meningkat.3,4 Seringkali banyak pasien muda yang membutuhkan perawatan, tidak memerlukan tindakan bedah karena sudah mendapat banyak manfaat dari akupunktur.5

Akupunktur merupakan suatu pengobatan dengan menusukkan jarum yang ditusukkan ke titik tertentu untuk mengobati berbagai kondisi kesehatan.6 Sebagai bagian integral dari pengobatan tradisional Tiongkok yang ditemukan sejak 3000 tahun yang lalu, akupunktur saat ini semakin berkembang di dunia barat.7 Seiring dengan perkembangan ilmu akupunktur, banyak modalitas yang dapat digunakan diantaranya dengan manual akupunktur, elektroakupunktur, thread embedding, sonopunktur, laserpunktur dan sebagainya.

Barret pada tahun 2005 menyebutkan dengan penusukan titik-titik akupunktur dapat mengeliminasi sejumlah kerutan, penurunan panjang serta kedalaman kerutan, pengurangan jumlah jerawat, perbaikan tonus otot wajah, perbaikan tekstur kulit dengan pori-pori yang lebih kecil, dan berkurangnya sagging di sekitar mata, pipi, dagu dan leher.5

Penelitian Kim dan Choi tahun 2017 dari 30 partisipan wanita berusia 30-55 tahun diberikan terapi dengan modalitas Low Level Laser Therapy (n=10), Elektroakupunktur (n=10) , serta Radiofrequency (n=10). Terapi dua sesi 15 menit per minggu selama enam minggu. Hasilnya area bawah mata menunjukkan kerutan berkurang secara signifikan di kedua sisi setelah LLLT, EA, dan RF. Disimpulkan terapi LLLT, EA, dan RF berpengaruh positif terhadap kerutan dan kadar air pada wajah wanita dewasa.8

Mekanisme kerja akupunktur pada penanganan keriput bekerja melalui peningkatan produksi kolagen dan elastin9, mengurangi inflamasi dan penekanan enzim matriks metalloproteinase, meningkatkan sirkulasi mikrovaskular5,10-12, penurunan produksi ROS12, meningkatkan aktivitas telomerase yang mempengaruhi proses penuaan13,14, mengubah kandungan air dan minyak alami di kulit5serta memperbaiki tonus otot wajah.15

Terapi akupunktur kecantikan yang diperuntukkan bagi pemeliharaan wajah agar tetap kencang dan cerah dapat dilakukan mulai dari usia 25 tahun. Sedangkan terapi akupunktur untuk facelift, mengurangi garis halus, memperbaiki complexion atau tekstur kulit wajah dengan tampilan kulit lebih cerah dan kenyal dapat dilakukan mulai dari usia 30 hingga 35 tahun. Terapi kecantikan dengan manual akupunktur dapat dilakukan sebanyak 3 kali seminggu hingga 6 sampai 12 kali terapi. Namun pilihan lainnya selain manual akupunktur adalah menggunakan elektroakupunktur yang dapat dilakukan 2 kali seminggu, sedangkan untuk terapi tanam benang dapat dilakukan dengan pengulangan terapi pada 6 hingga 7 bulan berikutnya.

Daftar Pustaka

  1. Clarke L Hurd. Physical Appearance Changes across Adulthood-Women. Elsevier. Vancouver; 2012.
  2. Pimple B, Badole SL. Polyphenols: A remedy for skin wrinkles. Diverse disease and physiological states modified by polyphenols. Elsevier : 2014 (67); 861-864
  3. International Society of Aesthetic Plastic Surgery (ISAPS). ISAPS international survey on aesthetic/cosmetic procedures performed in 2016 [Internet]. Hanover (NH): ISAPS, 2014 [cited 2018 Aug 24]. Available from:https://www.isaps.org/blog/ isaps-statistics/.
  4. Maisel A, Waldman A, Furlan K, Weil A, Sacotte K, Lazaroff JM, et al. Self-reported patient motivations for seeking cos- metic procedures. JAMA Dermatol 2018;154:1167-74.
  5. Barrett JB. Acupuncture and facial rejuvenation. Aesthet Surg J. 2005;25(4):419-24.
  6. Kiswojo, Widya DK, Lestari AS, Husniah, Mihardja H, Kristanto F, et al. Kolegium Akupunktur Medik dan Perkembangannya. 2nd ed. Jakarta: Kolegium AkupunkturIndonesia; 2010.
  7. Li J, Wang Q, Liang H, Dong H, Li Y, Ng EHY, et al. Biophysical characteristics of meridians and acupoints: a systematic review. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. 2012;2012.
  8. Kim Hee K, Choi Jung H. Effects of radiofrequency, electroacupuncture, and low-level laser therapy on the wrinkles and moisture content of the forehead, eyes, and cheek. J. Phys. Ther. Sci. 29: 290-294, 2017.
  9. El-Domyati M, Barakat M, Awad S, Medhat W, El-Fakahany H, Farag H. Multiple microneedling sessions for minimally invasive facial rejuvenation: an objectiveassessment. International journal of dermatology. 2015;54(12):1361-9.
  10. Kuo T-C, Lin C-W, Ho F-M. The soreness and numbness effect of acupuncture on skin blood flow. The American journal of Chinese medicine. 2004;32(01):117-29.
  11. Le Louarn C, Buthiau D, Buis J. Structural aging: the facial recurve concept. Aesthetic Plastic Surgery. 2007;31(3):213-8.
  12. Park SI, Sunwoo Y-Y, Jung YJ, Chang WC, Park M-S, Chung Y-A, et al. Therapeutic effects of acupuncture through enhancement of functional angiogenesis and granulogenesis in rat wound healing. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. 2012;2012.
  13. Xia Y, Ding G, Wu G-C. Current research in acupuncture: Springer Science & Business Media; 2012.
  14. Omura Y, Shimotsura Y, Ooki M, Noguchi T. Estimation of the amount of telomere molecules in different human age groups and the telomere increasing effect of acupuncture and shiatsu on St. 36, using synthesized basic units of the human telomere molecules as reference control substances for the bi-digital O-ring test resonance phenomenon. Acupuncture & electro-therapeutics research. 1998;23(3-4):185-206.
  15. Yun Y, Kim S, Kim M, Kim K, Park JS, Choi I. Effect of facial cosmetic acupuncture on facial elasticity: an open-label, single-arm pilot study. Evid Based Complement Alternat Med. 2013;2013.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Upcoming Events