Artikel Kesehatan

Peran Akupunktur pada Psoriasis

Sumber Gambar : https://www.ceradan.com/id/eczema-vs-psoriasis-what-you-need-to-know/

Psoriasis adalah penyakit peradangan kulit menahun yang ditandai dengan plak eritematosa berbatas tegas. Psoriasis adalah salah satu penyakit kulit inflamasi kronis yang paling sering. Menurut World Health Organization (WHO) dalam Global Report on Psoriasis 2016 prevalensi kejadian psoriasis di negara-negara di dunia berkisar antara 0,09 – 11,43 %. Setidaknya sekitar 100.000.000 orang di dunia dilaporkan mengalami psoriasis.1 Di poliklinik RS. Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta pada tahun 2003 sampai 2007  dari 8970 kasus terdapat 0,6% kasus baru psoriasis yang berusia kurang dari 15 tahun. Pada tahun 2007-2011 dilaporkan oleh Indranila dkk (2012) terdapat 210 kasus psoriasis (1.4%) dari 14.618 penderita di RSUP Dr.Kariadi Semarang.2 Sementara itu di Sumatera Utara telah dilakukan penelitian mengenai gambaran karakteristik penderita psoriasis di RSUD DR Pirngadi Medan periode Januari 2014 sampai Desember 2016 diperoleh angka kejadian sebanyak 85 orang, ditemukan bahwa umur 45- 64 tahun merupakan kelompok umur yang terbanyak menderita psoriasis, dan jenis kelamin laki – laki yang lebih banyak daripada perempuan.3

Penyebab psoriasis masih belum dapat dipastikan secara pasti namun dikatakan disebabkan oleh gangguan autoimun, psoriasis juga merupakan penyakit yang diturunkan, meskipun cara penurunan penyakit ini belum dimengerti sepenuhnya. Pada penderita psoriasis ditemukan sebanyak 66% memiliki riwayat keluarga yang menderita psoriasis.  Psoriasis juga dapat dipicu oleh pemicu eksternal dan internal, termasuk trauma ringan, terbakar sinar matahari, infeksi, obat sistemik dan stress.4 Penyakit ini umumnya ditandai dengan ruam memerah, kulit terkelupas, menebal, terasa kering dan bersisik, terkadang di sertai rasa gatal dan bersisik. Psoriasis biasanya muncul pada lutut, punggung bagian bawah, siku atau kulit kepala, namun semua bagian tubuh bisa terserang gejala psoriasis.5 Diagnosis dan terapi psoriasis biasanya didasarkan pada gambaran klinis. Jika pemeriksaan klinis dan anamnesis kurang memadai untuk penegakan diagnosis, maka biopsi dapat dilakukan.4

Penatalaksanaan psoriasis tergantung dari berbagai faktor yang menyebabkan dan mempengaruhi tingkat keparahan penyakit itu sendiri. Pada psoriasis pengendalian faktor pemicu juga merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam penatalaksaannya. Pada kasus yang ringan, seringkali pasien tidak memerlukan terapi, namun jika lesi tersebar luas diseluruh tubuh, maka pengobatan topikal (steroid dan analog vitamin D3), fototerapi (UVB atau UVA) atau bahkan terapi sistemik seperti asitretin, siklosporin A, metotreksat diperlukan untuk penatalaksanaan psoriasis. Banyak obat – obatan bisa digunakan cara topikal untuk menimbulkan remisi atau perbaikan, Sebagaian besar aman, tetapi membuat pasien menjadi bosan untuk menggunakannya, karena obat – obatan ini harus terus dipakai berbulan – bulan, bahkan tidak dapat ditentukan sampai kapan. Penggunaan fototerapi ataupun obat-obat sistemik dalam jangka waktu lama juga akan menimbulkan efek samping yang perlu menjadi perhatian khusus seperti depresi sumsum tulang, hepatotoksik atau karsinogenik. Berdasarkan hal tersebut diperlukan terapi lain yang dapat membantu memperingan penyakit psoriasis. Beberapa penelitian yang telah dilakukan memiliki kesimpulan yang sama, yakni akupunktur memiliki manfaat untuk mengurangi gejala psoriasis, serta dikatakan merupakan terapi yang efektif serta aman. 6

Stimulasi titik akupunktur dapat menghasilkan neuromediator tertentu yang berefek baik secara langsung ataupun tidak langsung terhadap sistem imun. Neuromediator utama yang dilepaskan adalah opiat endogen (enkefalin, endorfin, dinorfin), epinefrin dan glukokortikoid. Enkefalin dan β endorfin dapat menurunkan respon sel T, epinefrin dapat menurunkan mitogenesis sel T dan menurunkan ekspresi molekul integrin sel T, dimana sel T yang teraktivasi berperan terhadap patogenesis psoriasis. Glukokortikoid berperan dalam merangsang makrofag untuk melepaskan sitokin antiinflamasi yaitu IL-10. Penjaruman akupunktur menimbulkan reaksi berupa mikrotrauma sehingga dilepaskannya mediator-mediator seperti  histamin, serotonin, kinin serta prostaglandin yang bertujuan memperbaiki jaringan yang rusak. Pelepasan mediator tersebut menimbulkan vasodilatasi kapiler yang akan memperlancar mikrosirkulasi dan aktivasi respon imun nonspesifik. Serotonin dapat memodulasi keadaan psikologis dan hasil ini menjelaskan mengapa akupunktur memiliki efek menghilangkan kecemasan.7-9 Pada uji coba hewan dikatakan akupunktur dapat memperbaiki lesi kulit, mengurangi ketebalan epidermis, menghambat proliferasi keratinosit, dan mengurangi infiltrasi sel T CD3+, menurunkan sekresi sitokin inflamasi, termasuk IL-1β, IL-17A, dan IL-23p40, menurunkan regulasi tingkat ekspresi Neurokinin A (NKA), yang secara positif terkait dengan penurunan kadar sitokin inflamasi pada lesi lokal.10

Dalam studi yang dilakukan Elfrita Maya tahun 2008 pada 30 pasien yang menderita psoriasis vulgaris ringan-sedang menunjukkan pengurangan skor PASI (Psoriasis Area and Severity Index) pada kelompok akupunktur jika dibandingkan dengan kelompok kontrol yang di berikan salep LCD (Liquor Carbonis Detergens) 5% selama 6 minggu. Kelompok perlakuan diberikan terapi akupunktur pada titik LI11 Quichi, SP6 Sanyinjiao, SP10 Xuehai, LR3 Taichong, GB20 Fengchi, GV14 Dazhui, BL17 Geshu, BL23 Shenshu, BL40 Weizhong dan titik telingan Shenmen serta elektroakupunktur dengan frekuensi 4Hz irama kontinu selama 20 menit pada titik LI4 Hegu dan ST36 Zusanli. Pada kelompok perlakuan dilakukan terapi 2 kali seminggu selama 12 kali. Penggunaan elektroakupunktur frekuensi rendah (4Hz) pada titik LI4 dan ST36 dapat meningkatkan kadar endorfin dan kortikotropin (glukokortikoid) dalam darah serta menurunkan pelepasan IL-1 β dan TNF-α yang mana berperan memodulasi respon imun pada pasien Psoriasis.11

Sebuah studi metaanalis yang dilakukan Mei Ling Yeh dkk pada tahun 2017 pada 17 studi randomize controlled trial (RCT) dengan 1060 partisipan didapatkan akupunktur dijadikan alternatif ataupun terapi penunjang untuk psoriasis terutama pada efek jangka pendek.12 Pada studi sebelumnya yang dilakukan Han, dkk tahun 2014 juga dikatakan terapi sinar UV-B ditambahkan terapi akupunktur memberikan efek terapi yang lebih signifikan terhadap penurunan skor Psoriasis Area and Severity Index (PASI), penurunan emosi kecemasan (skor HAMA), penurunan emosi depresi (HAMD) dan skor nyeri (NRS).13

Referensi

  1. WHO (2016). Global report on psoriasis. World Health Organization. apps.who.int/iris/bitstream/10665/204417/1/9789241565189_eng.pdf – Diakses April 2016.
  2. Kurniasari I, Yasmin I, Muslimin, Kabulrachman. Karakteristik psoriasis di poliklinik kulit dan kelamin RSUP Dr. Kariadi Semarang.Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro; 2012; 38-40
  3. Cholis M, Hakim L, Rofik A, Basuki S. Insiden psoriasis pada beberapa rumah sakit di Indonesia. Kumpulan naskah KONAS IX PERDOSKI. KONAS IX PERDOSKI. Surabaya: Airlangga University Press. 1999: 24- 30.
  4. Nuzzo Di S, Feliciani C, Cortelazzi C, Fabrizi G, Pagliarello C. Immunopathognesis of psoriasis: Emphasis on the role of TH17 cells. Int Trends in Immunity 2014;2(3):111-115.
  5. Direktorat pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular. Direktorat jenderal pencegahan dan pengendalian penyakit. Apa itu Psoriasis. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Agustus 2018.
  6. Yeh M, et.al. Acupuncture-related Techniques for Psoriasis : A Systematic Review with Pairwise and Network Meta-Analyses of Randomized Controlled Trials. The Journal of Alternative And Complementary Medicine. 2017
  7. Hammerschlag R. Fisiologi akupunktur. Dalam: editor Cassidy CM. Pengobatan Cina kontemporer dan akupunktur. Batu hidup Churchill. New York: 2002.203-21.
  8. Cho ZH, Wong EK, Fallon J. Neuro-akupunktur: bukti ilmiah akupunktur mengungkapkan. Los Angeles: Q-puncture, Inc; 2001.123-35
  9. Takeshige C. Mekanisme analgesia akupunktur yang dihasilkan oleh stimulasi listrik frekuensi rendah dari titik akupunktur. Dalam: Stux G, Hammerschlag R, editor. Akupunktur klinis: dasar ilmiah. Berlin: Pegas; 2000:29-49. 72
  10. Wang Y, et.al. Acupuncture Needling, Electroacupuncture, and Fire Needling Improve Imiquimod-Induced Psoriasis-Like Skin Lesions Through Reducing Local Inflammatory Responses. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine.2019
  11. Maya E. Studi perbandingan antara efek akupunktur dan liquor carbonis detergen 5% terhadap penurunan skor PASI pada psoriasis vulgaris derajat ringan-sedang. Universitas Indonesia; 2008
  12. Yeh M, et.al. Acupuncture-related Techniques for Psoriasis : A Systematic Review with Pairwise and Network Meta-Analyses of Randomized Controlled Trials. The Journal of Alternative And Complementary Medicine. 2017
  13. Han X, Dang ZB. Clinical research on Moxibustion Combined with narrow spectrum UVB rays irradiation in treating psoriasis vulgaris. China Ichin Med. 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Upcoming Events