dr. Putri Chiara, dr. Sri Wahdini, M.Biomed., Sp.Ak

Xerostomia adalah persepsi subjektif mengenai rasa kering di mulut akibat produksi air liur yang berkurang atau hiposalivasi.1 Xerostomia tidak hanya merupakan salah satu gejala pada pasien Kanker Rongga Mulut tetapi menjadi salah satu dampak terbesar dari terapi radiasi.1,2 Kanker rongga mulut merupakan keganasan di daerah bibir, langit-langit, rongga mulut, gusi, lidah dan seluruh mukosa oral lainnya.3 Xerostomia penting ditangani karena memengaruhi kualitas hidup pasien kanker dan berdampak terhadap kepatuhan pasien untuk menjalani terapi radiasi itu sendiri. Terapi radiasi pada kanker dapat menyebabkan xerostomia akibat dari sinar radiasi merusak sel kelenjar liur, memicu radikal bebas yang akan merusak komponen seluler, merusak pembuluh darah kelenjar liur, menimbulkan peradangan yang akan merusak jaringan dan mengganggu fungsi kelenjar liur. 5-6
Beberapa metode untuk penanganan xerostomia, yaitu menjaga kebersihan mulut, menghindari konsumsi kafein dan tembakau, serta obat-obatan seperti pilokarpin dan sevimelin yang meningkatkan sekresi air liur. Namun, efek pengobatan ini terbatas dan sering kali menyebabkan efek samping seperti nyeri kepala, pusing, dan hiperhidrosis atau meningkatnya produksi keringat. 5,7
Akupunktur merupakan salah satu terapi yang paling banyak digunakan di beberapa negara sebagai terapi paliatif. Pada tahun 2003, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerbitkan laporan tentang efektivitas akupunktur untuk terapi berbagai gejala, termasuk xerostomia.4,7
Ada sejumlah hipotesis yang mengungkap mekanisme akupunktur dalam meningkatkan produksi air liur. Prosesnya melibatkan stimulasi sistem saraf parasimpatis dan simpatik melalui aktivasi neuronal, yang kemudian memicu pelepasan neuropeptida seperti vasoactive intestinal peptide dan calcitonin gene-related peptide.7 Neuropeptida tersebut diketahui memiliki sifat antiradang serta memberikan efek nutrisi dan meningkatkan aliran darah kelenjar liur.7 Selain itu, akupunktur berperan dalam mengoptimalkan aliran darah lokal di sekitar kelenjar liur, sehingga dapat meningkatkan sekresi air liur. Terakhir, akupunktur dapat mengaktifkan jalur neuronal yang berfungsi untuk merangsang inti kelenjar liur yang berada di pons, dan pada akhirnya menghubungkan aktivitasnya ke kelenjar liur melalui saraf kranial.7
Titik akupunktur yang paling sering digunakan untuk mengatasi gejala xerostomia berdasarkan tinjauan sistematis oleh Ni et al7 adalah titik di bagian dahi, lengan bawah dan pergelangan kaki dipadu dengan beberapa titik di telinga. Terapi direkomendasikan sebanyak 1-3 kali per minggu dengan durasi minimal terapi 6 minggu.7 Akupunktur dapat direkomendasikan sebagai terapi komplementer untuk gejala xerostomia namun masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Daftar Pustaka
- Talha B, Swarnkar SA. Xerostomia. [Updated 2023 Mar 24]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK545287/
- Menezes MS, et al. The combination of traditional and auricular acupuncture to prevent xerostomia and anxiety in irradiated patients with HNSCC: a preventive, parallel, single-blind, 2-arm controlled study. Oral Surg Oral Med Oral Pathol Oral Radiol 2021;131:675683
- Widnyani L, Setiawan IG. Menekan angka mortalitas kanker rongga mulut melalui skrining. J Medika Udayana. 2020;9:1–17.
- World Health Organization. Acupuncture: Review and Analysis of Reports on Controlled Clinical Trials. Geneva: World Health Organization; 2003. https://shorturl.at/J0CdX
- Sardellitti L, Bortone A, Filigheddu E, Serralutzu F, Milia EP. Xerostomia: From Pharmacological Treatments to Traditional Medicine—An Overview on the Possible Clinical Management and Prevention Using Systemic Approaches. Current Oncology. 2023; 30:4412-26.
- Hosseini MS, Sanaie S, Mahmoodpoor A, Beyrami SJ, Fattahi S, Jahanshahlou F et al.Cancer treatment-related xerostomia: basics, therapeutics, and future perspectives. Eur J Med Res. 2024;-29, 571
- Ni X, Tian T, Chen D, Liu L, Li X, Li F, Liang F, Zhao L. Acupuncture for radiation-induced xerostomia in cancer patients: a systematic review and meta-analysis. Integr Cancer Ther. 2020;19:1534735420980825.