Artikel Kesehatan

Akupunktur Untuk Nyeri Leher

Sumber Gambar : https://www.drnavin.com/blog/5-causes-of-neck-pain

Berdasarkan The International Association for the Study of Pain (IASP),  Nyeri leher merupakan nyeri yang dirasakan di daerah superior garis nuchal sampai dengan prosesus spinosus torakal satu.1 Nyeri leher merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal utama pada populasi dewasa, dimana prevalensi di dunia dari 16,7 % menjadi 75,1 %.2 Di Indonesia setiap tahun sekitar 16,6% populasi dewasa mengeluhkan gangguan di leher, dimana 0,6 % dimulai dengan rasa tidak nyaman di leher dan menjadi nyeri leher yang berat. Insiden nyeri leher meningkat dengan bertambahnya usia, dimana lebih sering mengenai wanita daripada laki-laki dengan perbandingan 1,67 : 1.3 

Nyeri Leher memiliki berbagai etiologi, seperti faktor ergonomis (aktivitas fisik yang berat, postur yang tidak memadai, gerakan berulang-ulang), faktor individu (usia, indeks massa tubuh, riwayat nyeri muskuloskeletal lainnya, merokok, pekerjaan).2 Nyeri leher dapat menyebabkan berbagai tingkat kecacatan dalam kehidupan sehari-hari sehingga berdampak terhadap kualitas hidup yang lebih rendah, penurunan produktivitas dan menyebabkan gangguan sosial ekonomi karena tingginya biaya perawatan.4

Berdasarkan Neck Pain Clinical Practice Guidelines Revision 2017 mengklasifikasikan klinis pasien dengan nyeri leher kedalam kategori seperti;  nyeri leher dengan defisit mobilitas,  nyeri leher dengan gangguan koordinasi gerakan, nyeri leher di sertai sakit kepala, dan nyeri leher dengan nyeri yang menjalar (radikular).5  Nyeri leher yang tidak di temukan penyakit yang mendasarinya ataupun tidak ditemukan kelainan struktur anatomi dapat disebut sebagai nyeri leher non-spesifik.4 The International Association for the Study of Pain (IASP) mengklasifikasikan berdasarkan durasi nyeri leher, dimana kondisi akut berlangsung kurang dari 7 hari, nyeri leher sub akut berlangsung 7 hari sampai dengan kurang dari 3 bulan dan kronis memiliki durasi lebih dari 3 bulan.1

Intervensi konservatif yang dapat dilakukan untuk nyeri leher termasuk penggunaan obat muscle relaxant, injeksi steroid,  anti-inflamasi nonsteroids (OAINs), analgesik non-narkotik, antikonvulsan, terapi fisik, traksi, penggunaan cervical collar, terapi elektromagnetik atau terapi proprioseptif; namun berdasarkan evaluasi ketat uji coba acak terkontrol menyimpulkan tidak ada bukti yang jelas terhadap satu bentuk pengobatan yang sangat efektif dalam pengelolaan nyeri leher kronis.3,4 Akupunktur merupakan modalitas terapi pendukung untuk nyeri muskuloskeletal seperti nyeri leher yang telah dirangkum dalam tinjauan Cochrane 2016.6 Akupunktur dapat meningkatkan aliran darah lokal, aliran darah di otak, oksidasi jaringan, pertukaran metabolik dan menginduksi efek kontrol motorik melalui α dan γ motor neuron (menghambat nyeri-tegang-nyeri).4

Simone dkk, 2017 melakukan studi RCT mengenai efek akupunktur dalam aktivitas elektromiografi pada otot trapezius atas dan nyeri pada pasien nyeri leher non-spesifik. Pada studi tersebut terdapat 15 pasien nyeri leher non-spesifik dan 15 pasien sehat sebagai kontrol. Hasil dari studi tersebut didapatkan penurunan dalam skala nyeri, luas area nyeri dan amplitudo elektromiografi setelah dilakukan akupunktur.4

Seo dkk, 2017 melakukan telaah sistematik dan metaanalisis mengenai efektifitas akupunktur dan elektroakupunktur untuk nyeri leher kronis. 16 studi RCT pada peserta dewasa yang didiagnosa nyeri leher kronis dan diobati akupunktur atau elektroakupunktur dengan atau tanpa kontrol aktif dan kelompok kontrol menerima perawatan konvensional lainnya seperti terapi fisik terapi farmakologis. Didapatkan hasil bahwa akupunktur tunggal dengan kelompok kontrol aktif menunjukkan efektivitas yang serupa terhadap penurunan skala nyeri. Ketika akupunktur ditambahkan kedalam kelompok kontrol maka didapatkan pengurangan skala nyeri yang signifikan lebih tinggi dan efek pereda nyeri secara signifikan diamati terutama pada kelompok elektroakupunktur.7

Referensi

  1. Misailidou V, Malliou P, Beneka A, Karagiannidis A, Godolias G. Assessment of patients with neck pain: a review of definitions, selection criteria, and measurement tools. J Chiropr Med [Internet]. 2010;9(2):49–59. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.jcm.2010.03.002
  2. Genebra CVDS, Maciel NM, Bento TPF, Simeão SFAP, Vitta A De. Prevalence and factors associated with neck pain: a population-based study. Brazilian J Phys Ther [Internet]. 2017;21(4):274–80. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.bjpt.2017.05.005
  3. Emryl D, Yudiyanta, Purwata T, editors. Nyeri Leher. pertama. medan, Indonesia; 2017. 123 p.
  4. Calamita SAP, Biasotto-Gonzalez DA, De Melo NC, Fumagalli MA, Amorim CF, de Paula Gomes CAF, et al. Immediate Effect of Acupuncture on Electromyographic Activity of the Upper Trapezius Muscle and Pain in Patients With Nonspecific Neck Pain: A Randomized, Single-Blinded, Sham-Controlled, Crossover Study. J Manipulative Physiol Ther [Internet]. 2018;41(3):208–17. Available from: https://doi.org/10.1016/j.jmpt.2017.09.006
  5. Blanpied PR, Gross AR, Elliott JM, Devaney LL, Clewley D, Walton DM, et al. Clinical practice guidelines linked to the international classification of functioning, disability and health from the orthopaedic section of the American physical therapy association. J Orthop Sports Phys Ther. 2017;47(7):A1–83.
  6. Trinh K, Graham N, Gross A, Goldsmith CH, Wang E, Cameron ID, et al. Acupuncture for neck disorders. Cochrane Database Syst Rev. 2006;(5).
  7.  Seo SY, Lee KB, Shin JS, Lee J, Kim MR, Ha IH, et al. Effectiveness of Acupuncture and Electroacupuncture for Chronic Neck Pain: A Systematic Review and Meta-Analysis. Am J Chin Med. 2017;45(8):1573–95.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Upcoming Events