Artikel Kesehatan

Akupunktur untuk Neuropati Perifer yang diinduksi oleh Kemoterapi

https://www.ausmed.com/cpd/articles/cipn

Neuropati perifer yang diinduksi kemoterapi (Chemotherapy Induced Peripheral Neuropathy – CIPN) adalah salah satu efek samping yang paling umum terjadi akibat pemberian obat kemoterapi. Gejala CIPN yaitu nyeri, kesemutan, dan kebas di kaki dan tangan yang simetris khas dengan distribusi gloves and stocking, hingga gangguan motorik halus seperti menulis, membuka kancing baju dan lain sebagainya.1 Prevalensi nya sekitar 68.1% pada bulan pertama setelah kemoterapi dan dapat berlangsung hingga 6 bulan setelah kemoterapi. Gejala CIPN tergantung dari durasi terapi, jenis kemoterapi, dan jumlah regimen kemoterapi yang diberikan. Agen kemoterapi yang bersifat neurotoksik contohnya adalah senyawa platinum, taxane, vinca alkaloid, bortezomib, dan thalidomide.2

CIPN masih menjadi suatu tantangan tersendiri di dunia medis karena sangat mempengaruhi kualitas hidup pasien dan juga dapat menyebabkan pengurangan dosis, penggantian jenis obat kemo, sampai bahkan penghentian kemoterapi. Obat-obatan farmakologis yang digunakan untuk mengobati CIPN ini telah banyak digunakan seperti obat antidepresan golongan trisiklik (TCA), SSRI, pregabalin, dan gabapentin sebagai lini pertama pengobatan CIPN tetapi hasil masih belum maksimal dan mempunyai efek samping seperti mengantuk dan dizziness.1

Akupunktur merupakan salah satu pilihan terapi yang dapat digunakan untuk CIPN. Iravandi dkk., melakukan penelitian acak, tersamar, dan terkontrol pada tahun 2020 pada 40 pasien CIPN yang dibagi ke dalam kelompok akupunktur dan kelompok medikamentosa (vitamin B1 dan gabapentin). Pada kelompok akupunktur terjadi perbaikan gejala CIPN lebih banyak daripada kelompok medikamentosa. Tidak ada efek samping yang terjadi pada kelompok akupunktur.3 Berdasarkan beberapa tinjauan sistematik dan meta analisis yang ada, modalitas akupunktur yang sering dipakai untuk terapi CIPN adalah manual akupunktur dan elektro akupunktur.4,5

Take Home Message

  • Kemoterapi dapat menyebabkan efek samping neuropati (CIPN) seperti nyeri, kesemutan, kebas di kaki dan tangan (gloves and stocking), hingga gangguan motorik halus seperti menulis, membuka kancing baju, dan lain sebagainya.
  • Akupunktur dapat menjadi pilihan terapi CIPN dengan efek samping yang minimal.
  • Modalitas akupunktur yang dapat dipakai untuk terapi CIPN adalah manual akupunktur dan elektro akupunktur.

Referensi

  1. Brown TJ, Sedhom R, Gupta A. Chemotherapy-Induced Peripheral Neuropathy. JAMA Oncol. 2019;5(5):750. doi:10.1001/jamaoncol.2018.6771
  2. Bao T, Patil S, Chen C, et al. Effect of Acupuncture vs Sham Procedure on Chemotherapy-Induced Peripheral Neuropathy Symptoms: A Randomized Clinical Trial. JAMA Netw Open. 2020;3(3):e200681. doi:10.1001/jamanetworkopen.2020.0681
  3. Somayeh Iravani, Amir Hooman Kazemi Motlagh, Seyede Zahra Emami Razavi, Farhad Shahi, Jing Wang, Li Hou, Wenjun Sun, Mohammad Reza Afshari Fard, Mahdi Aghili, Mehrdad Karimi, Hossein Rezaeizadeh, Baixiao Zhao, “Effectiveness of Acupuncture Treatment on Chemotherapy-Induced Peripheral Neuropathy: A Pilot, Randomized, Assessor-Blinded, Controlled Trial”, Pain Research and Management, vol. 2020, Article ID 2504674, 11 pages, 2020. https://doi.org/10.1155/2020/2504674
  4. Hwang MS, et al. A systematic review and meta-analysis of the efficacy of acupuncture and electroacupuncture against chemotherapy-induced peripheral neuropathy. Medicine. 2020.
  5. Jin Y, Wang Y, Zhang J, Xiao X, Zhang Q. Efficacy and safety of acupuncture against chemotherapy-induced peripheral neuropathy: A systematic review and meta-analysis. Hindawi. 2020. doi:10.1155/2020/8875433.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Upcoming Events