
C. J. Hendrata, H. Mihardja, A. Srilestari, N. Amir, C. R. Suhartoyo
DOI:1088/1742-6596/1073/6/062040
Abstract
Dental anxiety is an acute anxiety reaction that often occurs in several individuals. Severe cases of dental anxiety may negatively affect oral health because of the avoidance of and delays in dental treatments. Medical therapy has been the first-line therapy in managing dental anxiety. However, it can cause respiratory depression and prolonged sedation. The present study aimed to identify the effects of auricular laser puncture at the depressing, tranquilizer, and master cerebral points on anxiety levels using the Spielberger State-Trait Anxiety Inventory Moreover, the effects were compared between the treatment (sham auricular laser puncture) and control groups. In the treatment group, the same procedure was performed, except for the laser pen that was turned off. Results showed that the mean score of the treatment group (15.56 ± 7.188) was higher than that of the control group (5.39 ± 3.867). Auricular laser puncture is more effective than sham laser puncture in decreasing the anxiety levels in patients with dental anxiety.
Abstrak
Kecemasan dental adalah reaksi kecemasan akut yang sering terjadi pada beberapa individu. Kasus kecemasan dental yang parah dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut karena menghindari dan menunda perawatan gigi. Terapi medis telah menjadi terapi lini pertama dalam mengelola kecemasan dental. Namun, terapi ini dapat menyebabkan depresi pernapasan dan sedasi yang berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efek dari laserpunktur pada telinga pada titik depresi, penenang, dan master cerebral pada tingkat kecemasan dengan menggunakan Spielberger State-Trait Anxiety Inventory, dan membandingkan efeknya antara kelompok perlakuan (laserpunktur palsu) dan kelompok kontrol. Pada kelompok perlakuan, prosedur yang sama dilakukan, kecuali pena laser yang dimatikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata kelompok perlakuan (15,56 ± 7,188) lebih tinggi daripada kelompok kontrol (5,39 ± 3,867). Laserpunktur lebih efektif daripada laserpunktur palsu dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien dengan kecemasan dental.