Sebagai bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, Program Studi Spesialis-1 Akupunktur Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) kembali menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi kesehatan dan pelayanan medis. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 26 April 2026, di Gereja Katolik Santo Matias Rasul – Paroki Kosambi Baru, Jakarta Barat
Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengusung tema edukasi asuhan mandiri akupresur pada hipertensi dan diabetes melitus, yang dikombinasikan dengan pelayanan akupunktur medik bagi masyarakat. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Program Studi Akupunktur Medik FKUI dan pihak gereja sebagai bentuk sinergi antara institusi pendidikan dan komunitas dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Acara diawali dengan sesi pembukaan dan sambutan dari perwakilan Gereja Katolik Santo Matias Rasul serta pihak Program Studi Akupunktur Medik FKUI. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi edukasi yang membahas konsep dasar akupresur, manfaatnya dalam menjaga kesehatan, serta teknik praktis yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah. Edukasi ini difokuskan pada titik-titik akupresur yang berperan sebagai upaya pendukung dalam menjaga tekanan darah dan kesehatan metabolik pada pasien dengan diabetes melitus.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Hal ini terlihat dari keterlibatan aktif peserta selama sesi edukasi serta tingginya minat untuk memahami dan mempraktikkan teknik akupresur sebagai bagian dari upaya preventif dan promotif dalam menjaga kesehatan
Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan pelayanan akupunktur medik. Sebanyak 61 peserta mengikuti rangkaian pelayanan yang meliputi anamnesis, pemeriksaan tanda vital, pemberian terapi akupunktur selama kurang lebih 15–20 menit, serta evaluasi hasil terapi oleh tenaga medis. Seluruh pelayanan dilakukan oleh dokter spesialis akupunktur medik bersama peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di bawah supervisi dokter spesialis akupunktur medik yaitu dr. Fransisca Pekerti, Sp. Ak. dan dr. Inria Chandra, Sp. Ak.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, keluhan yang banyak disampaikan peserta adalah gangguan muskuloskeletal, seperti nyeri punggung bawah, osteoarthritis genu, dan myalgia, beserta penyakit metabolik seperti hipertensi dan diabetes melitus. Temuan ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap terapi yang efektif dan minim efek samping masih cukup tinggi.
Secara umum, kegiatan ini mendapatkan respons yang sangat positif dari para peserta. Materi edukasi dinilai bermanfaat, mudah dipahami, dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, sebagian peserta juga melaporkan keluhan terasa lebih ringan setelah menerima pelayanan akupunktur medik. Banyak peserta menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin di masa mendatang sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi peserta didik dalam mengasah kompetensi klinis, komunikasi, serta kerja sama tim dalam setting pelayanan kesehatan komunitas. Melalui kegiatan ini, Program Studi Akupunktur Medik FKUI terus berkomitmen untuk menghadirkan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperluas pemahaman mengenai akupunktur medik sebagai bagian dari kedokteran berbasis ilmiah.
Ke depan, kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan dengan jangkauan yang lebih luas, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak lapisan masyarakat.

