Manfaat Akupuntur pada Epilepsi

Epilepsi adalah penyakit otak yang memiliki setidaknya dua kejang tanpa terprovokasi (tanpa sebab) atau merupakan refleks yang terjadi lebih dari 24 jam secara terpisah.1 Merupakan gangguan sementara dari fungsi otak akibat dari iritasi berlebihan pada struktur saraf.2

Gejalanya berupa kehilangan kesadaran tiba-tiba, dan terjadi kejang umum tubuh kaku (tonik), diikuti klonik (menyentak berirama), dan vegetatif (pasien terbangun, namun tanpa kesadaran). Gejala lain adalah kepala dan tubuh terpuntir, mulut berkedut, mata berkedut, menggigit lidah, warna mulut berdarah, mulut berbusa, jatuh ke tanah, kehilangan kesadaran, nyeri perut, tangan dan kaki dingin, bicara sendiri tanpa sadar.Kadang-kadang disertai dengan kehilangan kontrol fungsi usus atau kandung kemih.Serangan dapat diawali jeritan saat pasien kehilangan kesadaran. Setelah kejang, pasien merasa sakit kepala, pusing, kelelahan dan mual.2

Epilepsi merupakan penyakit otak kronis yang tidak menular, dan dapat mengenai berbagai usia, jenis kelamin, ras, sosial ekonomi dan lokasi geografis.1 Epilepsi dianggap teratasi untuk individu yang memiliki sindrom epilepsi tergantung usia namun telah melewati usia yang berlaku atau individu tetap bebas kejang selama 10 tahun terakhir dan tanpa obat kejang selama 5 tahun terakhir.3

Pasien epilepsi cenderung akan mengalami masalah fisik akibat cidera yang disebabkan oleh kejang seperti memar dan patah akibat terjatuh, tenggelam, terbakar atau kejang berkepanjangan.4

Meskipun 50% dari penyebab epilepsi masih tidak dapat diketahui, namun penyebab epilepsi umumnya dapat dibagi menjadi beberapa kategori seperti:4

  1. Struktural seperti tumor otak, cidera kepala yang berat, kerusakan otak sebelum persalinan (prenatal) dan seputar pesalinan (perinatal), trauma saat persalinan, berat lahir yang rendah.
  2. Kelainan genetik yang berhubungan dengan kegagalan pembentukan otak.
  3. Metabolik seperti serangan stroke yang mengurangi pasokan oksigen ke otak.
  4. Infeksi pada otak seperti meningitis, ensefalitis, atau neurosistiserkosis

Kejang pada epilepsi dapat dikontrol dan sampai 70% dari penderita epilepsi dapat hidup bebas kejang dengan penggunaan obat anti kejang.1

Akupunktur adalah metode yang sederhana, aman dan efektif  yang dapat digunakan untuk mengobati epilepsi melalui penusukan jarum pada titik-titik akupunktur pada tubuh.5

Jihe dkk di tahun 2020 melakukan penelitian akupunkturpada subyek dengan rentang usia pasien dari 9 bulan sampai 71 tahun, lama  per sesi selama 30-45 menit, sebanyak 10-20 sesi, yang kemudian dilanjutkan pengobatan dengan kombinasi meminum obat. Dalam penelitian ini, akupunktur dapat mengurangi efek samping dari obat yang diminum, mengontrol intensitas dan jumlah serangan kejang, memperbaiki neuron dan sel glia otak, mengurangi siklus abadi disfungsi inflamasi dan mendukung homeostasis imunologis dan neuro-hormonal yang lebih baik.2

Menurut penelitian Chen dkk di tahun 2014, akupunktur dapat mempengaruhi (memodulasi) bagian otak yang disebut thalamus yang berfungsi sebagai gerbang dan saklar otak untuk menerima rangsangan sehingga dapat menormalkan aktifitas otak yang menyimpang melalui rangsangan elektrik baik pada saraf tepi atau pada otak itu sendiri.5

Pada kejang, diduga juga terjadi akibat ketidakseimbangan aktifitas simpatis (meningkat) penurunan aktifitas parasimpatis (menurun) dan  terdapat peningkatan berlebihan faktor inflamasi (sitokin inflamasi seperti IL-1ß, TNF-a, dan IL-6) oleh sel glia di otak. Sebagian besar saraf pada telinga luar adalah saraf parasimpatis, sehingga akupunktur telinga selama 25 menit dan pasca akupunktur telinga setelah 60 menit dapat merangsang saraf parasimpatis ini dan dapat mengatasi epilepsi melalui mekanisme anti inflamasi yang ditimbulkannya.6

Daftar Pustaka

  1. World Health Organization. WHO | Epilepsy: a public health imperative [Internet]. Who. 2019. 171 p. Available from: https://www.who.int/mental_health/neurology/epilepsy/report_2019/en/
  2. Zhu J, Arsovska B, Kozovska K. Acupuncture treatment in patients with epilepsy. Yangtze Med [Internet]. 2018;02(04):203–7. Available from: www.ejpmr.com
  3. Fisher RS, Acevedo C, Arzimanoglou A, Bogacz A, Cross JH, Elger CE, et al. ILAE Official Report: A practical clinical definition of epilepsy. Epilepsia. 2014;55(4):475–82.
  4. WHO. Epilepsy [Internet]. 2019 [cited 2021 Oct 2]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/epilepsy
  5. Chen S, Wang S, Rong P, Liu J, Zhang H, Zhang J. Acupuncture for Refractory Epilepsy: Role of Thalamus. Evidence-based Complement Altern Med [Internet]. 2014;2014. Available from: https://www.hindawi.com/journals/ecam/2014/950631/
  6. He W, Rong PJ, Li L, Ben H, Zhu B, Litscher G. Auricular acupuncture may suppress epileptic seizures via activating the parasympathetic nervous system: A hypothesis based on innovative methods. Evidence-based Complement Altern Med. 2012;2012.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Upcoming Events