Terapi Akupunktur untuk Oligoasthenoteratozoospermia Derajat Berat

Irma Nareswari1,2,3, Silvia Werdhy Lestari2,4, Cindy Notonegoro1,3

1Department of Medical Acupuncture, Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta, Indonesia.

2Anna Hospital, Pekayon, Bekasi, Indonesia.

3Medical Acupuncture Specialist Program, Faculty of Medicine Universitas Indonesia, Jakarta, Daerah Istimewa Jakarta, Indonesia.

4Department of Medical Biology, Faculty of Medicine, Universitas Indonesia, Jakarta, Daerah Istimewa Jakarta, Indonesia.

Abstract

Background: Infertility affects ∼15%-20% of couples. Of the 16.7% infertility rate reported based on Word Health Organisation questionnaire data, 6.4% of cases are associated with male factors. Male infertility can result from abnormal semen parameters; oligoasthenoteratozoospermia (OAT) is the most common diagnosis. Acupuncture is an ancient method that has been used for centuries to treat and prevent various conditions. In modern medicine, it is gaining popularity as a complementary infertility therapy. Case: A 41-year-old male presented to the Medical Acupuncture Department of Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital (in Jakarta, Indonesia) because he wanted to have a child. His semen was analyzed, and he was diagnosed with severe OAT. Manual acupuncture therapy was performed at CV 3, CV 4, CV 5, CV 6, CV 7, ST 29, SP 6, SP 3, ST 36, and KI 3, alternating with KI 7 5 days per week and at LR 8 once per week, for a total of 28 sessions. Results: Semen analysis after 2 series of manual acupuncture treatments revealed improvement, especially in sperm motility, from 25% to 33% and then to 67% after the first and second serial therapies, respectively, changing the diagnosis from severe OAT to severe oligoteratozoospermia. Conclusions: Manual acupuncture combined with medication improves male fertility, especially sperm motility. 

Keywords: acupuncture; male infertility; oligoasthenoteratozoospermia. 

Abstrak

Latar Belakang : Infertilitas mengenai sekitar ~15% hingga 20% dari pasangan. Dari 16,7% kasus infertilitas yang dilaporkan berdasarkan dari data kuesioner World Health Organisation , 6,4% dari kasus yang ada berkaitan dengan faktor pria . Infertilitas pada pria dapat dilihat pada parameter yang abnormal pada cairan sperma, dimana Oligoasthenoteratozoospermia (OAT) merupakan diagnosis yang umum untuk ditemukan. Akupunktur merupakan sebuah metode yang sudah dilakukan sejak dahulu kala, dimana telah digunakan berabad-abad dalam mengobati dan mencegah berbagai macam kondisi penyakit. Pada pengobatan modern, akupunktur mendapatkan popularitasnya sebagai sebuah terapi komplementer dalam pengobatan infertilitas. Kasus : Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke Departemen Akupunktur Medik, Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo di Jakarta, Indonesia dikarenakan ingin untuk memiliki keturunan. Sperma dari pasien tersebut di analisa dan pasien tersebut didagnosa dengan OAT derajat berat. Terapi Akupunktur Manual diberikan pada CV3, CV4, CV5 , CV6, CV7, ST29, SP6, SP3, ST36, dan KI3, diberikan berseling dengan KI7 5 hari per minggu dan pada LR8 sekali per minggu, dengan total sesi yang diberikan sebanyak 28 sesi. Hasil : Analisa sperma dilakukan setelah 2 seri dari terapi akupunktur manual dan menunjukkan adanya peningkatan, terutama pada motilitas dari sperma nya dari 25% menjadi 33% lalu 67% setelah seri pertama dan kedua berturut-turut, diagnosa awal dari OAT derajat berat berubah menjadi oligoteratozoospermia derajat berat. Kesimpulan : Akupunktur Manual dikombinasikan dengan pengobatan meningkatkan fertilitas pria, terutama motilitas pada sperma. 

Kata kunci: Akupunktur, infertilitas pria, oligoasthenoteratozoospermia 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Upcoming Events