Peran Akupunktur Pada Benign Prostat Hyperplasia (BPH)

Benign Prostat Hyperplasia (BPH) adalah salah satu penyakit pada sistem kemih yang umum terjadi pada pria paruh baya dan lanjut usia. Istilah BPH merupakan istilah klinis yang menggambarkan bertambahnya volume prostat akibat adanya perubahan histopatologis yang jinak pada prostat.1 Gejala saluran kemih bagian bawah (lower urinary tract symptoms) merupakan manifestasi klinis utama dari BPH, yang terdiri dari gejala obstruksi, gejala iritasi dan gejala pasca berkemih. Gejala iritasi yaitu frekuensi berkemih meningkat, buang air kecil yang berlebih pada malam hari. Gejala obtruksi yaitu pancaran kemih yang lemah dan terputus, merasa tidak puas setelah berkemih dan gejala paska berkemih, yaitu urin menetes hingga retensi urin. 2

Terdapat korelasi positif terjadinya BPH dan usia. BPH terjadi pada sekitar 70% pria diatas usia 60 tahun. Angka ini meningkat hingga 90% pada pria berusia diatas 80 tahun. Suatu penelitian menunjukan bahwa BPH mengenai hampir 50% laki-laki Indonesia diatas usia 60 tahun dan sebanyak 20% laki-laki dengan gejala saluran kemih bagian bawah.3 Gejala nyeri saat berkemih terjadi lebih parah pada pasien usia lanjut, yang berdampak negatif pada kualitas hidup pasien. Saat ini, pengobatan BPH terdiri dari penggunaan obat-obatan, tindakan bedah, atau intervensi invasif  minimal. Dalam beberapa tahun terakhir, akupunktur merupakan metode yang semakin popular dalam pengobatan penyakit. Demikian pula, dalam pengobatan BPH, akupunktur juga terbukti efektif dalam mengurangi gejala saluran kemih bagian bawah.4

Akupunktur merupakan metode yang efektif pada penyakit gangguan kemih. Rangsangan titik akupunktur pada saraf sacral S2 dan S3 dapat mengobati penyakit pada sistem genitourinari. Dengan terapi akupunktur dapat merangsang pleksus sakralis, sensasi jarum akan menyebar ke anus, perineum dan perut bagian bawah. Rangsangan titik akupunktur juga akan merangsang pusat miksi sacral, sehingga mempengaruhi detrusor kandung kemih dan sfingter uretra, sehingga memperbaiki gejala iritasi kandung kemih dan gejala obstruksi saluran kemih.4

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa intervensi akupunktur secara signifikan menurunkan skor IPSS (International Prostate Symptom Score) pada pasien BPH dalam jangka pendek ( 4-6 minggu ).4 IPSS adalah penilaian terhadap keparahan gejala miksi BPH dan sebagai salah satu kuesioner untuk mengevaluasi BPH yang telah dikembangkan American Urological Association (AUA) dan distandarisasi oleh World Health Organization (WHO). Berat­ ringannya keluhan pasien BPH dapat digolongkan berdasarkan skor yang diperoleh, yaitu: skor 0-7: ringan, skor 8-19: sedang, dan skor 20-35: berat.

Penelitian akupunktur yang dilakukan Yuan dkk (2019) membuktikan bahwa didapatkan perbaikan pada gejala saluran kemih bawah dan kualitas hidup pasien pada pasien BPH yang dilakukan terapi akupunktur. Pada penelitian akupunktur yang dilakukan Wang dkk (2013) menunjukkan bahwa akupunktur dengan perannya sebagai neuromodulasi sacral dapat mengurangi gejala kandung kemih yang terlalu aktif dan terdapat penurunan skor IPSS pada minggu ke 6. Sedangkan pada penelitian Yang dkk (2007) menunjukan bahwa akupunktur memiliki efek yang lebih baik daripada obat terazosin dalam perbaikan skor IPSS dan laju aliran urin maksimum (Qmax) pada pasien yang di diagnosis dengan BPH ringan sampai sedang. 4–6

Referensi:

  1. Tjahjodjati, Soebadi DM, Umbas R, Purnomo BB, Widjanarko S, Mochtar CA, et al. Panduan Penatalaksanaan Klinis Pembesaran Prostat Jinak (Benign Prostatic Hyperplasia / BPH). Ikat Ahli Urol Indones [Internet]. 2017;1–38. Available from: http://iaui.or.id/gdl/Guideline BPH 2017 (1).pdf
  2. McNicholas T, Kirby R. Benign prostatic hyperplasia and male lower urinary tract symptoms. Am Fam Physician. 2012;86(4):359–60.
  3. RI Kemenkes. Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf [Internet]. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2018. p. 198. Available from: http://labdata.litbang.kemkes.go.id/images/download/laporan/RKD/2018/Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf
  4. Yuan H, Wei N, Li Y, Yu L, Zhang Y, Ong WL, et al. Effect of Depth of Electroacupuncture on the IPSS of Patients with Benign Prostatic Hyperplasia. Evidence-based Complement Altern Med. 2019;2019.
  5. Wang Y, Liu B, Yu J, Wu J, Wang J, Liu Z. Electroacupuncture for Moderate and Severe Benign Prostatic Hyperplasia: A Randomized Controlled Trial. PLoS One. 2013;8(4).
  6. Wang Y, Liu Z, Yu J, Ding Y, Liu X. Efficacy of electroacupuncture at Zhongliao point (BL33) for mild and moderate benign prostatic hyperplasia: Study protocol for a randomized controlled trial. Trials. 2011;12:1–6.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Upcoming Events