Tatalaksana akupunktur pada pasien Bladder Pain Syndrome

Bladder Pain Syndrom (BPS) atau Intersititial Cystitis (IC) adalah suatu nyeri kronis pada kandung kemih. Nyeri pada saat berkemih bisa terjadi karena kandung kemih yang meradang dan teriritasi. Nyeri umumnya pada perut bagian bawah dapat menjalar ke area suprapubik, bokong, panggul, bahkan sampai ke bagian paha dalam. Peradangan menyebabkan kekakuan otot dinding kandung kemih, dan membuat nyeri saat peregangan otot kandung kemih oleh pengisian urin. BPS dapat terjadi karena cacat pada lapisan kandung kemih, trauma pada kandung kemih, cedera sumsum tulang belakang atau alasan lain, namun berdasarkan penelitian belum ada penyebab pasti.

Angka kejadian BPS tidak terlalu banyak kasusnya pada populasi, hanya berkisar 21 per 100.000 pada wanita dan 4 per 100.000 pada laki-laki dalam populasi. Namun bagi pasien BPS, kondisi ini sangat mengganggu kualitas hidup karena nyeri yang sangat hebat dan menimbulkan rasa tidak nyaman saat melakukan hubungan seksual. Selain itu peningkatan frekuensi berkemih dan urgensi membuat pasien harus bolak-balik ke kamar mandi.

Terapi saat ini untuk BPS menurut panduan terapi terbaru dari International Painful Bladder Foundation 2014 berfokus pada rasa sakit dan gangguan urologis seperti urgensi dan frekuensi. Banyak metode yang digunakan dalam pengobatan BPS tetapi tidak menunjukkan bahwa obat tersebut efektif untuk waktu yang lama. Selain itu, BPS memiliki tingkat kekambuhan yang tinggi. Beberapa pasien walaupun sudah mendapatkan pengobatan, kadang nyeri dan gejala lain masih masih menetap. Biaya mahal dikeluarkan setiap tahun per pasien untuk perawatan medis untuk pasien BPS. Dengan demikian diperlukan modalitas pengobatan yang berbeda dengan aktivitas yang lebih lama dan biaya yang lebih rendah.

Akupunktur menurut Guideline of Guideline BPS dari British Journal of Urology 2018 dapat mengatasi nyeri pada BPS secara efektif dan aman. Telah banyak penelitian yang yang membahas efektifitas akupunktur pada BPS. Selain nyeri, gejala seperti urgensi dan peningkatan frekuensi berkemih dapat membaik. Terapi akupunktur dilakukan 2 kali per minggu sebanyak 12 kali sesi terapi. Dengan terapi yang rutin diharapkan pemakaian obat-obatan akan berkurang dan mengurangi biaya yang dikeluarkan pasien berkurang kualitas hidup dapat meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Upcoming Events