Artikel Kesehatan

Peran Akupunktur pada Cluster Headache

Sumber: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cluster-headache/symptoms-causes/syc-20352080

Definisi nyeri berdasarkan IASP (International Association for the Study of Pain) tahun 2020 adalah suatu pengalaman sensorik dan emosional tidak menyenangkan yang terkait dengan, atau menyerupai yang terkait dengan, kerusakan jaringan secara aktual atau potensial.1 Salah satu tatalaksana nyeri, baik akut maupun kronik adalah dengan pemberian opioid. Di Amerika telah terjadi epidemik opioid dimana terjadi pemberian obat-obatan opioid yang berlebih oleh tenaga medis yang dapat meningkatkan kecanduan dan bahkan mortalitas sehingga organisasi-organisasi kesehatan dan pemerintah menyatakan bahwa akupunktur sebagai salah satu terapi lini pertama untuk menangani pasien nyeri. Selain untuk menurunkan risiko kecanduan terhadap opioid, akupunktur juga memberikan pilihan terapi baru dalam penanganan nyeri. Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan, akupunktur terbukti berperan dalam mengurangi penggunaan obat-obatan opioid, menurunkan pemakaian morfin pada pasien dengan kecanduan, meningkatkan kualitas tidur, dan yang terutama dapat mengurangi nyeri seperti pada kasus nyeri punggung bawah, nyeri pada sendi, dan nyeri kepala baik akut maupun kronik.2

Cluster headache adalah jenis nyeri kepala unilateral/satu sisi yang muncul dalam waktu singkat disertai salah satu/lebih gejala otonom seperti menangis, hidung tersumbat, telinga terasa seperti tertutup, dan mata merah yang timbul di sisi dimana nyeri kepala timbul. Nyeri kepala jenis ini dapat muncul sesekali atau bahkan sampai 8 kali dalam sehari dan muncul di waktu yang sama, paling sering di malam hari. Kebanyakan penderita cluster headache terkena serangan rutin dari berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, yang kemudian diikuti dengan remisi hingga bertahun-tahun. Cluster headache termasuk penyakit yang langka, dimana hanya 0,1% dari populasi di dunia dan rerata umur yang terkena adalah 30 tahun, dimana laki-laki 2-3 kali lebih sering terkena cluster headache dibandingkan perempuan. Walaupun begitu, penyakit ini merupakan nyeri kepala yang sangat berat dan membutuhkan terapi untuk mengurangi gejalanya.3,4

Penyebab pasti cluster headache masih belum jelas dikarenakan jumlah sampel yang sedikit. Masalah pada sistem saraf otonom trigeminal, hipotalamus, dan sistem peredaran darah di sekitarnya menjadi teori penyebab timbulnya cluster headache.3,5 Faktor risiko seseorang dapat mengalami cluster headache antara lain berjenis kelamin pria, usia sekitar 30 tahun, memiliki kebiasaan konsumsi alkohol berlebih, riwayat merokok, riwayat keluarga pernah mengalami cluster headache, dan riwayat pernah mengalami cedera atau operasi daerah kepala.3,6,7 Gejala yang dialami berupa nyeri kepala hebat di satu sisi terutama daerah sekitar atas atau di dalam rongga mata. Pasien terkadang merasa gelisah dan tidak nyaman karena intensitas nyeri kepalanya. Selain itu, keluhannya disertai minimal satu gejala otonom yang timbul di sisi dimana terdapat nyeri kepala seperti hidung berair, hidung tersumbat, mata merah, menangis, mengecilnya pupil secara abnormal (miosis), kelopak mata tidak dapat membuka sempurna (ptosis), kelopak mata bengkak, daerah dahi atau wajah bengkak, sensitif terhadap cahaya (photophobia), dan sensitif terhadap suara (phonophobia). Serangan dapat berlangsung sebentar (15 menit) atau bahkan sampai 3 jam. Terdapat beberapa pemicu serangan cluster headache yang perlu dihindari yaitu menonton televisi, air panas, alkohol, aktivitas seksual, stres, dan penggunaan obat tertentu seperti nitrogliserin.3,5-7

Berdasarkan International Classification of Headache Disorders, 3 edition (ICHD-3), untuk menegakkan diagnosa cluster headache diperlukan anamnesa dan pemeriksaan fisik yang menunjukkan gejala-gejala di atas dengan minimal 5 kali serangan. Pemeriksaan penunjang seperti MRI dan CT-scan dengan kontras mungkin diperlukan untuk menyingkirkan penyebab lainnya. Tatalaksana untuk cluster headache meliputi pengobatan saat terjadinya serangan, saat masa transisi, dan terapi pencegahan. Pemberian oksigen, obat-obatan semprot, suntik, dan obat minum dapat dijadikan terapi untuk mengatasi serangan/mencegah timbulnya cluster headache. 3,5,6 Salah satu terapi yang bermanfaat untuk menangani dan mencegah cluster headache adalah akupunktur.

Akupunktur adalah tindakan penusukan jarum halus ke titik akupunktur di dalam tubuh yang pemilihan titiknya berlandaskan anatomi, fisiologi, patologi serta berdasarkan Evidence Based Medicine. Akupunktur akan merangsang saraf di sekitar area perangsangan, mempengaruhi pelepasan neuropeptida serta meningkatkan aliran darah lokal. Selain itu, akupunktur juga dapat bekerja lebih luas ke sumsum tulang belakang dan otak dengan cara melepaskan peptida opioid tubuh.8-10 Pada penelitian yang dilakukan oleh Fofi L, et al terhadap 4 pasien cluster headache, akupunktur dapat mengurangi frekuensi serangan, mengurangi dosis obat, dan mencegah timbulnya serangan cluster headache.9 Pada penelitian uji coba terkontrol acak oleh Zai FL, et al didapatkan hasil bahwa akupunktur dapat menurunkan skor nyeri, mengurangi frekuensi serangan, durasi serangan, dan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan cluster headache.11 Akupunktur sudah terbukti dapat mengurangi nyeri dan mencegah munculnya serangan cluster headache dengan bekerja secara lokal, segmental, maupun sentral.

REFERENSI

  1. Raja SN, Carr DB, Cohen M, Finnerup NB, Flor H, Gibson S, et al. The Revised International Association for the Study of Pain Definition of Pain: Concepts, Challenges, and Compromises. Pain. 2020.
  2. Zhen GC, Wei L. Acupuncture and The Opioid Epidemic in America. Chinese Journal of Integrative Medicine. 2018.
  3. Kandel SA, Mandiga P. Cluster Headache. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. 2023.
  4. Malu OO, Bailey J, Hawks MK. Cluster Headache: Rapid Evidence Review. Am Fam Physician. 2022.
  5. Lindemann CR. Cluster headache: A review of clinical presentation, evaluation, and management. JAAPA. 2022.
  6. Cheema S, Matharu M. Cluster Headache: What’s New? Neurol India. 2021.
  7. Wei DYT, Ong JJY, Goadsby PJ. Cluster Headache: Epidemiology, Pathophysiology, Clinical Features, and Diagnosis. Annals of Indian Academy of Neurology. 2018.
  8. White A. Western medical acupuncture: A Definition. Acupuncture in Medicine. 2009.
  9. Fofi L, et al. Acupuncture in Cluster Headache: Four Cases and Review of the Literature. Neurological Sciences. 2014
  10. Zhu J, Arsovska B, Kozovska K, Velkovska J. Case Report – Acupuncture Treatment in Cluster Headache. European Journal of Biomedical and Pharmaceutical Sciences. 2022.
  11. Zai FL, Ji LX, Cheng JH, Chen YR, Liu H. Acupuncture at Sphenopalatine Ganglion Combined with Conventional Acupuncture for Episodic Cluster Headache: A Randomized Controlled Trial. European PMC. 2022.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Upcoming Events