Artikel Kesehatan

Peran Akupunktur untuk Steatohepatitis (Peradangan Hati akibat Perlemakan)

Sumber gambar: www.mayoclinic.org

Penyakit perlemakan hati atau yang lebih sering dikenal sebagai fatty liver disease, merupakan kondisi medis yang ditandai dengan penumpukan lemak berlebih di dalam sel-sel hati. Perlemakan hati dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebih (Alcoholic Fatty Liver Disease) ataupun tanpa konsumsi alkohol berlebih (Non Alcoholic Fatty Liver Disease). Perlemakan hati non-alkohol merupakan salah satu penyebab penyakit hati kronis yang paling sering di seluruh dunia, dengan prevalensi sebesar 29,8%.1 Bahkan, penelitian oleh Hasan dan rekan dalam penelitiannya di Jakarta mendapatkan 52,5% dari 1300 partisipan dewasa terdiagnosa perlemakan hati.2

Kondisi perlemakan hati ini dapat berkembang menjadi peradangan yang dikenal dengan istilah steatohepatitis. Perburukan lebih lanjut dari kondisi ini masih mungkin terjadi jika tidak dilakukan penanganan yang tepat. Contoh kondisi gangguan liver yang lebih serius adalah sirosis hepatis dimana mayoritas sel-sel hati yang fungsional tergantikan jaringan parut yang tidak berfungsi akibat peradangan kronis yang tidak ditangani. Kondisi steatohepatitis merupakan tahap terakhir pada perkembangan penyakit perlemakan hati yang masih dapat diperbaiki karena jika sudah terbentuk jaringan parut dan sirosis hepatis, mustahil untuk mengembalikan fungsi hati menjadi normal. Selain perubahan gaya hidup dan pengobatan farmakologis, metode non-farmakologis seperti akupunktur sudah terbukti efektif dalam mengatasi perlemakan hati dan membantu perbaikan kondisi steatohepatitis

Akupunktur merupakan bentuk pengobatan non-farmakologis yang sudah ada selama ribuan tahun. Dalam akupunktur, jarum halus ditusukkan pada titik-titik khusus (titik akupunktur) di permukaan tubuh untuk merangsang struktur anatomis pada lokasi tersebut seperti saraf atau otot untuk memberikan efek terapi. Perangsangan titik akupunktur juga dapat dilakukan dengan beberapa modalitas berbeda seperti dengan penekanan (akupresur) dan aliran listrik (elektroakupunktur). 

Beberapa penelitian telah menunjukan efektivitas akupunktur dalam menangani perlemakan hati. Peneliatian Chen dan kawan-kawan yang dipublikasikan pada tahun 2021 menunjukan efektivitas akupunktur dalam pengobatan perlemakan hati yang ditunjukkan melalui perbaikan hasil laboratorium fungsi hati seperti SGOT, SGPT dan penurunan kolesterol total dalam darah.3 Penelitian terbaru oleh Zhao dan kawan-kawan pada tahun 2023 juga menunjukan adanya penurunan perlemakan hati yang bermakna dinilai dari MRI fraksi lemak hati (PDFF) antara pasien yang dilakukan elektroakupunktur dibandingkan dengan pembanding palsu (sham control). Pada penelitian tersebut juga terdapat penurunan yang signifikan pada indeks masa tubuh dan berat badan pasien.4

Akupunktur dapat mengatasi kondisi perlemakan hati melalui beberapa mekanisme yang telah terbukti secara ilmiah antara lain: mengurangi peradangan pada kondisi perlemakan hati, memperbaiki metabolisme lemak dalam tubuh, mengurangi stres oksidatif dan stres retikulum endoplasma dalam sel dan memperbaiki respon sel terhadap insulin.5–7 Peran anti-inflamasi akupunktur juga sudah banyak diteliti secara biomolekuler melalui regulasi mediator inflamasi tubuh dan peningkatan aktivitas enzim antioksidan.8,9 Keamanan pada terapi akupunktur juga sudah terbukti dari penelitian-penelitian sebelumnya, yang menunjukkan bahwa selama terapi yang diberikan, hanya muncul efek samping ringan berupa nyeri pada saat penusukan jarum.3 Berbagai hasil penelitian diatas membuktikan kegunaan akupunktur sebagai pilihan terapi yang menjanjikan untuk menangani kasus perlemakan hati.

REFERENSI

1.     Le MH, Yeo YH, Li X, et al. 2019 Global NAFLD Prevalence: A Systematic Review and Meta-analysis. Clin Gastroenterol Hepatol 2022; 20: 2809-2817.e28.

2.     Hasan I, Raharjo M, Aprilicia G, et al. Prevalence and risk factors of non-alcoholic fatty liver disease among adults in an urban Indonesian population. In: 29th Annual Conference of Asian Pacific Association for the Study of the Liver. 2020.

3.     Chen P, Zhong X, Dai Y, et al. The efficacy and safety of acupuncture in nonalcoholic fatty liver disease A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Med (United States); 100. Epub ahead of print 24 September 2021. DOI: 10.1097/MD.0000000000027050.

4.     Zhao J, Wang Q, Zhao X, et al. Electro-acupuncture reduced steatosis on MRI-PDFF in patients with non-alcoholic steatohepatitis: a randomized controlled pilot clinical trial. Chinese Med (United Kingdom) 2023; 18: 1–12.

5.     Peng Y, Yang X, Luo X, et al. Novel mechanisms underlying anti-polycystic ovary like syndrome effects of electroacupuncture in rats: suppressing SREBP1 to mitigate insulin resistance, mitochondrial dysfunction and oxidative stress. Biol Res 2020; 53: 1–13.

6.     Yeom M, Park J, Lee B, et al. Electroacupuncture ameliorates poloxamer 407-induced hyperlipidemia through suppressing hepatic SREBP-2 expression in rats. Life Sci 2018; 203: 20–26.

7.     Li B, Fang L. Research Progress on the Mechanism of Acupuncture Treatment for Nonalcoholic Fatty Liver Disease. Gastroenterol Res Pract; 2022. Epub ahead of print 2022. DOI: 10.1155/2022/5259088.

8.     Oh JE, Kim SN. Anti-Inflammatory Effects of Acupuncture at ST36 Point: A Literature Review in Animal Studies. Front Immunol 2022; 12: 1–21.

9.     Su XT, Wang L, Ma SM, et al. Mechanisms of Acupuncture in the Regulation of Oxidative Stress in Treating Ischemic Stroke. Oxid Med Cell Longev; 2020. Epub ahead of print 2020. DOI: 10.1155/2020/7875396.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Upcoming Events