Artikel Kesehatan

Pengaruh Laser Akupunktur untuk Spastisitas pada Anak dengan Serebral Palsi Spastis

Dian E. Putri 1, *, Adiningsih Srilestari 1, Kemas Abdurrohim 1, Irawan Mangunatmadja 2, Luh K. Wahyuni 3

1 Departemen Akupunktur Medik, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jalan Diponegoro no. 71, Jakarta Pusat, Indonesia

2 Departemen Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jalan Diponegoro no. 71, Jakarta Pusat, Indonesia

3 Departemen Rehabilitasi Medik, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jalan Diponegoro no. 71, Jakarta Pusat, Indonesia

Abstract

Background: Spasticity in cerebral palsy is one of the most common disabilities of children in developing countries.

Objectives: The objective of this study was to determine the efficacy of laser acupuncture on spasticity in children with spastic cerebral palsy.

Methods: This clinical trial was conducted on 60 patients with spastic cerebral palsy at 2 to 10 years. The patients were categorized into two groups: the control group and treatment group. Laser acupuncture was applied on GV20, GV14, LI4, GB34, and LR3 (power 50 mW, 785 nm, 1 Joule, 40 seconds) three times a week for 12 sessions in the treatment group and placebo laser acupuncture on the same points in the control group. The spasticity was measured using the Modified Ashworth Scale before and after complete sessions.

Results: The results showed that there was a significant reduction in the Modified Ashworth Scale score in the treatment group compared with the control group (p=0.003).

Conclusions: This study suggest that laser acupuncture on GV20, GV14, LI4, GB34, and LR3 can reduce spasticity for children with spastic cerebral palsy.

Abstrak

Latar Belakang: Spastisitas pada serebral palsi merupakan salah satu disabilitas anak yang paling sering terjadi di negara berkembang.

Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efikasi laser akupunktur terhadap spastisitas pada anak dengan serebral palsi spastis.

Metode: Uji klinis ini dilakukan pada 60 pasien dengan serebral palsi spastis usia 2 sampai 10 tahun. Pasien dikategorikan menjadi dua kelompok: kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Laser akupunktur diaplikasikan pada GV20, GV14, LI4, GB34, dan LR3 (daya 50 mW, 785 nm, 1 Joule, 40 detik) tiga kali seminggu selama 12 sesi pada kelompok perlakuan dan laser akupunktur plasebo di titik yang sama pada kelompok kontrol. Spastisitas diukur menggunakan Skala Ashworth yang dimodifikasi saat sebelum dan setelah selesai sesi.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan yang signifikan dalam skor Skala Ashworth yang dimodifikasi pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol (p=0,003).

Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa laser akupunktur pada GV20, GV14, LI4, GB34, dan LR3 dapat mengurangi spastisitas pada anak-anak dengan serebral palsi spastis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Upcoming Events