Artikel Kesehatan

Peran Akupunktur pada Trombosis Vena Dalam

Sumber: https://www.alodokter.com/deep-vein-thrombosis

Trombosis vena dalam merupakan keadaan pembekuan darah yang terbentuk di dalam vena atau pembuluh darah balik bagian dalam, umumnya pada kaki. Trombosis vena dalam merupakan penyebab kematian ketiga terbanyak dari penyakit jantung dan pembuluh darah setelah serangan jantung dan stroke dengan insidens 80 kasus dari 100.000 orang per tahunnya.1

Faktor risiko terjadinya trombosis vena dalam antara lain: penurunan laju aliran darah (imobilitas), penekanan pada vena (keganasan, kehamilan), kerusakan pada vena (trauma, pembedahan), peningkatan kekentalan darah (dehidrasi, penyakit kelebihan keping darah) dan kelainan bentuk vena yang berkontribusi terjadinya trombosis. Hal yang dapat meningkatkan risiko pembekuan darah antara kanker, peradangan pembuluh darah, lupus, luka bakar, merokok dan diabetes.1

Pasien dengan trombosis vena dalam  mengeluhkan adanya nyeri (50%), kemerahan dan bengkak (70%). Pemeriksaan yang umum dilakukan antara lain pemeriksaan D-dimers (zat yang terlibat dalam pembekuan darah), profil pembekuan darah dan ultrasound. Tatalaksana penyakit trombosis vena dalam bertujuan untuk mencegah emboli paru, menurunkan morbiditas dan mencegah atau meminimalisir risiko terjadinya sindroma post trombotik.1

Antikoagulan saat ini masih sebagai terapi trombosis vena dalam dengan tujuan untuk mencegah perkembangan trombosis vena dalam menjadi emboli paru dan trombosis berulang. Pasien yang tidak mendapatkan antikoagulan dapat meningkatkan risiko kematian hingga melebihi 3% dan 10 kali lebih tinggi menyebabkan emboli paru dalam waktu 30 hari.2 Antikoagulan yang umumnya dipakai untuk mengatasi trombosis vena dalam antara lain: antikoagulan injeksi melalui pembuluh darah onset cepat seperti unfreactionated heparin (UFH), low molecular weight heparin (LMWH), dan fondaparinux; atau antikoagulan oral seperti apixaban dan rivaroxaban, warfarin, dabigatran, dan edoxaban. Obat-obatan ini memiliki efek samping efek samping seperti: perdarahan berat (0-5%), perdarahan fatal (0-3%), penurunan keping darah atau trombosit diinduksi heparin (1-5%) dan osteoporosis (2-3%), serta reaksi hipersensitivitas, kebotakan dan peningkatan kalium di dalam darah (<1%).1,3,4

Terdapat modalitas terapi lain selain antikoagulan untuk membantu mengatasi trombosis vena dalam, yakni akupunktur. Akupunktur terbukti efektif dan aman dalam membantu mengatasi penyakit trombosis vena dalam. Titik akupunktur yang umum digunakan untuk trombosis vena dalam antara lain: LR3, ST36, SP6, SP9, LI4 dan GB34. Pada penelitian Lili Hou, et al pada tahun 2013, pada pasien tirah baring setelah operasi besar, didapatkan bahwa elektroakupunktur dengan perawatan post operatif rutin memberikan efek lebih signifikan dalam menurunkan kekentalan darah, kekentalan plasma, dan level D-dimer dibandingkan perawatan konvensional (perawatan post operatif rutin saja).5Terdapat literatur lain juga menyatakan bahwa akupunktur dapat memberikan dampak positif pada penderita trombosis vena dalam dimana akupunktur dapat meningkatkan aliran darah, memperbaiki sirkulasi darah, meningkatkan kadar oksigen dan memperbaiki keadaan kekurangan aliran darah pada ekstremitas bawah.6 Akupunktur juga dapat mengurangi keluhan nyeri bagi penderita trombosis vena dalam dengan meningkatkan kadar β-endorphin dalam darah.7,8

Daftar Pustaka

1.        Sheikh M. Waheed; Pujitha Kudaravalli; David T. Hotwagner. Deep Vein Thrombosis. Natl Libr Med, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK507708/ (2023).

2.        Stone J, Hangge P, Albadawi H  et al. Deep vein thrombosis: Pathogenesis, diagnosis, and medical management. Cardiovasc Diagn Ther 2017; 7: 276–284.

3.        Rettew. AAVCAC. Anticoagulation Safety. Natl Libr Med, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK519025/ (2023).

4.        Nutescu EA, Burnett A, Fanikos J  et al. Pharmacology of anticoagulants used in the treatment of venous thromboembolism. J Thromb Thrombolysis 2016; 41: 15–31.

5.        Lili Hou , Cuiping Chen, Lei Xu, Peihao Yin WP. Electrical stimulation of acupoint combinations against deep venous thrombosis in elderly bedridden patients after major surgery. Tradit Chinese Med 2013; 33: 187–193.

6.        Guo X, Gui F, Guo M  et al. The Preventive Effect of Computed Tomography Image–Guided Electroacupuncture Combined with Continuous Femoral Nerve Block on Deep Vein Thrombosis After Total Knee Arthroplasty Based on an Adaptive Algorithm. World Neurosurg 2021; 149: 362–371. 

7.        Mihardja H, Srilestari A, Budianto SA. The effect of laserpuncture at the LI4 Hegu point on the plasma levels of β-endorphin in healthy subjects. J Phys Conf Ser 2017; 884: 1–9.

8.        Tomacheuski RM, Taffarel MO, Cardoso GS, et al. Postoperative analgesic effects of laserpuncture and meloxicamin bitches submitted to ovariohysterectomy. Vet Sci 2020; 7: 1–10.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Upcoming Events