Akupunktur sebagai Terapi Depresi Pasca Persalinan

Sumber : www.iStock.com

Depresi pasca persalinan/depresi post-partum (DPP), atau dikenal dengan terminologi depresi peripartum menurut DSM-V, adalah salah satu komplikasi yang paling sering terjadi selama periode pasca melahirkan dan berpotensi mengakibatkan pengaruh negatif secara signifikan terhadap ibu dan keluarga. DPP didefiniskan sebagai episode berat yang bersifat sementara yang berhubungan dengan kelahiran anak. The American Psychiatric Association di DSM-V menyebutkan bahwa gangguan mood dapat terjadi pada masa kehamilan atau 4 minggu pasca bersalin. DPP terjadi pada 15-20% wanita hamil setiap tahun atau sekitar 600.000-800.000 kasus.1

Seseorang dikatakan depresi jika memenuhi kriteria diagnosis sebagai berikut :
a. Terdapat 5 gejala atau lebih selama periode 2 minggu dan terdapat perubahan dari fungsi sebelumnya; setidaknya 1 dari gejala depresi mood atau kehilangan kesenangan :
– Depresi mood (sedih, hampa, putus asa) hampir sepanjang hari dan hampir setiap hari
– Berkurangnya kesenangan di hampir seluruh aktivitas
– Penurunan berat badan yang signifikan (>5% selama 1 bulan)
– Insomnia dan hypersomnia
– Cemas sepanjang hari
– Kelelahan
– Perasaan tidak berguna atau perasaan bersalah
– Berkurangnya kemampuan untuk berpikir dan konsentrasi
– Pikiran yang berulang-ulang tentang kematian
b. Mengalami gangguan pada hubungan sosial, pekerjaan, dan area penting lainnya
c. Tidak berhubungan dengan pemakaian obat-obatan atau kondisi medis lain.2

DPP merupakan penyakit yang berpotensi terjadi sepanjang hidup dan memberikan dampak negatif terhadap ibu dan anak-anaknya. Anak yang terlahir dari ibu yang depresi memiliki risiko tinggi untuk mengalami keterlambatan tubuh kembang dan gangguan perilaku. Psikoterapi merupakan salah satu terapi yang dapat dilakukan, seperti Interpersonal Psychotherapy (IPT) dan Cognitive Behavioral Therapy (CBT). IPT dan CBT merupakan terapi yang fokus pada permasalahan saat ini dan mendorong pasien untuk mengontrol emosi dan melaksanakan aktivitas sehari-hari.1

Beberapa faktor risiko DPP antara lain faktor sosiodemografi, psikologi, biologi, genetik dan perilaku. Selain itu, perubahan molekul kimia di saraf pusat, sistem imun, dan hypothalamus-pituitary-adrenal axis diperkirakan merupakan faktor yang berpotensi terhadap terjadinya depresi. Penelitian terbaru membuktikan bahwa mikrobiota di saluran cerna juga memiliki peran penting terhadap terjadinya gangguan psikiatrik seperti depresi, melalui microbiota-gut-brain axis. Aksis ini menghubungkan komunikasi antara mikrobiota dengan otak, menyebabkan efek emosional yang mempengaruhi fungsi mikrobiota saluran cerna atau sebaliknya.

Akupunktur baik secara tunggal maupun kombinasi dengan terapi lain telah menjadi terapi alternatif yang memberikan hasil yang baik untuk manajemen kesehatan mental. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa efficacy rate modalitas elektroakupunktur untuk depresi pasca persalinan, dimana gejala berkurang setelah 4 minggu terapi, yaitu sebanyak 44%.3 Penelitian lain oleh Chen Bin Tian4 juga menunjukkan hasil akupunktur dapat mengurangi gejala pasien dengan DPP yang diukur menggunakan skoring Hamilton Depression Scoring Scale (HAMD). Salah satu artikel telaah sistematis yang melibatkan 9 studi dengan 653 partisipan menyimpulkan bahwa akupunktur aman dan efektif untuk DPP.3

Telaah sistematis lain yang dilakukan oleh Wei Li dkk5 pada tahun 2019 yang berjudul “Effectiveness of Acupuncture Used for the Management of Postpartum Depression : A Systematic Review and Meta-Analysis” disebutkan bahwa akupunktur dapat menurunkan skoring HAMD.5

Menurut penelitian oleh Ka Fai Chung dkk6 pada tahun 2012 menyebutkan bahwa  dengan terapi elektroakupunktur sebanyak 2 kali seminggu selama 4 minggu dengan durasi 30 menit setiap kali kedatangan, dapat memberikan perbaikan yang signifikan pada kasus depresi post-partum.

Daftar Pustaka

1. Guille C, Newman R, Fryml LD, Lifton CK, Epperson CN. Management of postpartum depression. J Midwifery Women’s Heal. 2013;58(6):643–53.
2. Of M, Disorders M. DSM-5.
3. Zhou Y, Yu H, Guo Y, Chen C, Huang X, Gou Y, et al. Efficacy of acupuncture versus sham acupuncture for postpartum depression disorder: Study protocol for a randomized controlled trial. Eur J Integr Med [Internet]. 2019;31(August):100982. Available from: https://doi.org/10.1016/j.eujim.2019.100982
4. Tian C Bin. Acupuncture at BL67 for mild postpartum depression: A prospective case series. Acupunct Med. 2018;36(5):339–42.
5. Li W, Yin P, Lao L, Xu S. Effectiveness of Acupuncture Used for the Management of Postpartum Depression: A Systematic Review and Meta-Analysis. Biomed Res Int. 2019;2019.
6. Chung KF, Yeung WF, Zhang ZJ, Yung KP, Man SC, Lee CP, et al. Randomized non-invasive sham-controlled pilot trial of electroacupuncture for postpartum depression. J Affect Disord [Internet]. 2012;142(1–3):115–21. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.jad.2012.04.008

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Upcoming Events