Peran Akupunktur pada Neuropati Diabetik

Neuropati diabetik merupakan gejala gangguan saraf tepi yang sering terdapat pada penderita diabetes mellitus (DM), tanpa ada penyebab lain selain DM. Kondisi ini merupakan komplikasi kronis tersering dari diabetes mellitus pada 50-90% pasien DM. Neuropati diabetik merupakan penyebab utama timbulnya disabilitas akibat ulkus/luka di kaki dan amputasi, gangguan gaya berjalan, dan cedera akibat jatuh.

Neuropati diabetik timbul akibat kerusakan saraf tepi, akibat kendali gula darah yang tidak baik. Kondisi hiperglikemia kronik dapat menimbulkan gangguan aliran darah, proses metabolik, dan degenerasi saraf. Proses tersebut dapat timbul pada saraf sensorik, motorik dan otonom. Pada saraf sensorik, keluhan meliputi rasa nyeri seperti ditusuk-tusuk, baal/kebas dan kesemutan pada kaki bagian bawah, atau terasa panas. Gangguan dari saraf motorik meliputi kelemahan otot, kram, spasme dan kehilangan keseimbangan. Akibat kerusakan saraf otonom dapat timbul gangguan fungsi berkemih, tekanan darah dan laju jantung yang abnormal.

Penanganan neuropati diabetik umumnya dengan pemberian obat-obatan tertentu. Namun, dapat menimbulkan efek samping dan kadang kurang efektif dalam mengurangi keluhan. Efek samping yang biasanya terjadi yaitu mual, pusing, sakit kepala, mulut kering, gangguan fungsi hati, gangguan irama jantung dan kejang. Terapi akupunktur dapat menjadi tambahan dalam tata laksana neuropati diabetik. Akupunktur yang telah dikenal sejak 3000 tahun yang lalu, adalah suatu proses terapi stimulasi area kulit yang dikenal dengan titik akupunktur. Stimulasi ini dapat menimbulkan pelepasan zat-zat biokimia tertentu, yang dapat membantu mengurangi keluhan nyeri, baal, kesemutan, atau rasa panas. Selain itu, akupunktur juga dapat membantu mengendalikan kadar gula darah dan mengatasi efek samping dari obat-obatan, bersifat neuroprotektif dan memperbaiki aliran darah. Terapi akupunktur dapat berupa penjaruman manual, elektroakupunktur dan laserpunktur. Umumnya, satu seri terapi terdiri atas 12 tindakan akupunktur dan dapat diberikan 2-3 kali dalam seminggu. Penanganan yang holistik dapat mencegah komplikasi lanjutan dari neuropati diabetik dan memperbaiki kualitas hidup pasien DM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Upcoming Events