Artikel Kesehatan

Akupunktur untuk Terapi Parkinson

https://goobjoog.com/english/interrupting-parkinsons-disease/

Penyakit Parkinson adalah kelainan saraf akibat proses penuaan (neurodegenerative), kedua paling banyak yang mempengaruhi 2-3% populasi umur ≥65 tahun. Prevalensinya meningkat seiring bertambahnya usia. Gejala Parkinson pada stadium awal meliputi gangguan motorik yaitu adanya bradikinesia / akinesia (gerakan yang lambat/ tidak bergerak),  tremor saat istirahat dan  atau kekakuan otot, pada stadium akhir postur tubuh juga bisa menjadi tidak stabil, serta dapat diikuti gangguan nonmotorik seperti keluhan sulit buang air besar, penurunan kemampuan mengingat, cemas, depresi dan gangguan sulit tidur.1  Regimen pengobatan saat ini meliputi obat-obatan seperti Levodopa, antikolinergik, terapi nonfarmakologi seperti fisioterapi, akupunktur, elektroakupunktur maupun intervensi bedah. 1, 2, 3

Akupunktur pertama kali digunakan di China sekitar 3500 tahun yang lalu, merupakan metode penusukan jarum halus dan steril untuk merangsang titik akupunktur di tubuh untuk mengaktifkan ujung saraf dan fungsi otak, telah terbukti mengobati berbagai macam penyakit saraf dan kronis seperti parkinson, alzheimer, nyeri punggung, dan osteoarthritis.2  Dengan bantuan teknologi modern, elektroakupunktur dapat memperkuat efektifitas pengobatan. Elektroakupunktur menggunakan rangsangan listrik yang dipasang pada jarum akupunktur, berfungsi menghilangkan polarisasi membran sel dan menghasilkan ion terarah.3

Akupunktur dapat dikombinasikan dengan obat-obatan, untuk mengobati gejala motorik dan nonmotorik pada penyakit parkinson. Mekanisme kerja akupunktur dan elektroakupunktur, secara lokal, segmental dan sentral memiliki efek terapeutik khusus, yaitu perubahan pada tingkat molekuler, efek protektif terhadap sel saraf, efek antiperadangan dan efek antioksidan memperbaiki fungsi motoric dan nonmotorik yang telah dibuktikan oleh para peneliti sebagai pengobatan yang berguna untuk penyakit Parkinson.2

Lee, 2017 melakukan telaah sistematik dan metaanalisis mengenai efektifitas terapi akupunktur pada penyakit Parkinson dari 25 penelitian didapatkandurasi pengobatan yang bervariasi, 2-3 kali seminggu sampai setiap hari, setiap sesi berlangsung 30 menit, kurang dari 4 minggu bahkan sampai 3 bulan terapi, disimpulkan akupunktur efektif mengurangi gejala penyakit Parkinson dibandingkan tanpa terapi atau obat saja, akupunktur dikombinasi dengan obat mempunyai efek perbaikan yang lebih signifikan.4

Hal ini juga serupa dengan Cheng 2017, melakukan telaahpada 35 penelitian didapatkan hasil pengobatan akupunktur yang paling sering durasi kurang dari 15 sesi atau lebih dari 30 sesi terapi, setiap sesi 30 menit. Akupunktur dapat memperbaiki gejala pada penyakit Parkinson baik dalam kombinasi dengan obat ataupun akupunktur saja.3

Daftar Pustaka

1. Poewe W, Seppi K, Tanner CM, Halliday GM, Brundin P, Volkmann J, et al. Parkinson disease. Nature reviews Disease primers. 2017;3(1):1-21.

2. Tamtaji OR, Naderi Taheri M, Notghi F, Alipoor R, Bouzari R, Asemi Z. The effects of acupuncture and electroacupuncture on Parkinson’s disease: Current status and future perspectives for molecular mechanisms. Journal of cellular biochemistry. 2019;120(8):12156-66.

3. Cheng FK. The use of acupuncture in patients with Parkinson’s disease. Geriatric Nursing. 2017;38(4):302-14.

4. Lee S-H, Lim S. Clinical effectiveness of acupuncture on Parkinson’s disease: a PRISMA-compliant systematic review and meta-analysis. Medicine (Baltimore). 2017;96(3).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Upcoming Events