
Journal of Physics: Conference Series, Volume 1073, Issue 6
DOI 10.1088/1742-6596/1073/6/062030
Abstract. Metabolic syndrome is a complex disorder defined by a cluster of interconnected factors that increase the risk of cardiovascular diseases and diabetes mellitus type 2. Insulin resistance and central obesity are considered to be significant factors and underlying causes of metabolic syndrome; therefore, a reduction in insulin resistance is an important clinical goal. Studies have concluded that acupuncture can improve insulin sensitivity because it is effective against metabolic disturbances. A single-blind randomized controlled trial was conducted involving 50 patients who were randomly allocated into two groups: the electroacupuncture with medication group (n = 25) and sham electroacupuncture with medication group (n = 25). Electroacupuncture therapy was given twice a week for 10 times at points CV12 Zhongwan, CV4 Guanyuan, ST25 Tianshu, ST36 Zusanli, ST40 Fenglong, SP6 Sanyinjiao, and MA-IC3 Endocrine. Fasting blood glucose and fasting insulin serum levels were assessed according to the homeostasis model assessment of insulin resistance (HOMA-IR) as the primary outcome. There was a statistically significant difference in HOMA-IR changes between the electroacupuncture with medication group and sham electroacupuncture with medication group (−1.66 ± 2.187 and −0.29 ± 2.388, respectively; p = 0.044). Electroacupuncture with medical treatment effectively decreased insulin resistance of patients with metabolic syndrome.
Abstrak. Sindrom metabolik adalah suatu gangguan kompleks yang ditandai oleh kumpulan faktor-faktor yang saling berhubungan dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular serta diabetes melitus tipe 2. Resistensi insulin dan obesitas sentral dianggap sebagai faktor penting dan penyebab dari sindrom metabolik. Oleh karena itu, penurunan resistensi insulin menjadi tujuan klinis yang penting. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa akupunktur dapat meningkatkan sensitivitas insulin secara efektif terhadap gangguan metabolik. Sebuah uji klinis terkontrol acak dengan desain single-blind dilakukan terhadap 50 pasien yang secara acak dibagi menjadi dua kelompok: kelompok elektroakupunktur dengan pengobatan (n = 25) dan kelompok sham elektroakupunktur dengan pengobatan (n = 25). Terapi elektroakupunktur diberikan dua kali seminggu sebanyak 10 kali pada titik CV12 Zhongwan, CV4 Guanyuan, ST25 Tianshu, ST36 Zusanli, ST40 Fenglong, SP6 Sanyinjiao, dan MA-IC3 Endocrine. Kadar glukosa darah puasa dan serum insulin puasa dinilai menggunakan model homeostasis untuk menilai resistensi insulin (HOMA-IR) sebagai luaran utama. Terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik pada perubahan nilai HOMA-IR antara kelompok elektroakupunktur dengan pengobatan dan kelompok sham elektroakupunktur dengan pengobatan (masing-masing −1,66 ± 2,187 dan −0,29 ± 2,388, p = 0,044). Terapi elektroakupunktur yang dikombinasikan dengan pengobatan terbukti efektif menurunkan resistensi insulin pada pasien dengan sindrom metabolik.