dr. Fawzia Devi Fitriani, dr. Atikah Chalida Barasila, M.Biomed., Sp. Ak., AHK(K)

Stroke merupakan ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat dan memberikan beban ekonomi baik bagi keluarga maupun masyarakat, stroke termasuk kedalam CSVD (cerebral small vessel disease) yang dibagi menjadi stroke non perdarahan (iskemik) dan stroke perdarahan. CSVD merupakan faktor risiko atau pemicu yang kemudian dapat berkembang menjadi penyakit neurodegeneratif karena menyebabkan cedera otak progresif. Penyakit neurodegeneratif sendiri artinya adalah adanya kematian sel saraf di otak atau sumsum tulang belakang dan kehilangan struktur atau fungsi secara bertahap seperti penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, sklerosis lateral amiotrofik, dan multiple sclerosis.1,2
60%-80% dari kasus ini disebabkan oleh stroke iskemik. Stroke iskemik adalah gangguan sirkulasi darah yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, sehingga mengakibatkan penurunan aliran darah yang membawa oksigen ke otak dan akhirnya menimbulkan kematian sel saraf yang memicu gangguan fungsi saraf. 3,4
Dan selama 20 tahun terakhir, terapi stem cell telah memberikan peluang yang sangat baik dan berpotensi kuat dalam mengobati stroke dan penyakit neurodegeneratif. Studi tentang terapi stem cell untuk stroke iskemik dan penyakit neurodegeneratif sebagian besar fokus pada beberapa mekanisme yang berkaitan dengan kemampuan stem cell untuk memperbaiki sel saraf yang terluka dengan menggantikan sel yang rusak atau hilang dengan sel yang berbeda, menyediakan lingkungan yang kondusif untuk regenerasi, serta melindungi sel saraf dan sel glial yang sehat dari kerusakan lebih lanjut.5,6
Akupunktur Medik adalah suatu modalitas terapi dengan cara merangsang titik-titik tertentu di tubuh. Rangsang pada titik-titik tersebut dapat dilakukan dengan menusukkan jarum halus yang diadaptasi dari akupunktur tradisional. Dengan berkembangnya keilmuan dan teknologi, saat ini rangsang pada titik-titik tersebut dapat dilakukan rangsang Listrik (EA), laser, tanam benang (TEA) dll. Semua proses terapi Akupunktur Medik sudah dilakukan berdasarkan pengetahuan terkini tentang anatomi, fisiologi, dan patologi, serta prinsip-prinsip kedokteran berbasis bukti. Penelitian menunjukkan bahwa akupunktur dapat mengatur zat kimia pembawa pesan antar sel saraf, mengurangi peradangan, memodulasi stres oksidatif, dan mempertahankan integritas sawar darah-otak (blood-brain barrier) pada pasien stroke secara umum. 2,10,11
Jenis stem cell yang sering di kombinasikan dengan terapi akupunktur adalah mesenchymal stem cells (MSCs), yang bersifat multipoten (mampu berubah jadi beberapa jenis sel) dan berasal dari jaringan adiposa serta sumsum tulang. MSCs memiliki efek regenerasi jaringan dan mengurangi rasa sakit. MSCs dapat bermigrasi ke jaringan yang rusak dan menjadi suatu jenis sel spesifik. 7,8
Efek kombinasi akupunktur dan stem cell pada stroke melalui mekanisme (1) meningkatkan tingkat kelangsungan hidup, migrasi, dan kemampuan stem cell yang ditanamkan; (2) memodulasi respons inflamasi dan stres oksidatif; (3) meningkatkan kemampuan regenerasi; (4) menjaga fungsi stem cell dan merangsang regenerasi saraf dengan meningkatkan aliran darah serebral. 5
Sedangkan efek kombinasi akupunktur dan stem cell pada penyakit neurodegeneratif adalah dengan membantu proses pembelahan sel dan proses diferensiasi MSC, serta mempromosikan pemulihan jaringan. Modalitas lain seperti elektroakupunktur dapat mengatur proses terbentuknya sel saraf baru di otak dengan lebih baik melalui pengaturan faktor neurotropik (faktor yang membantu sel saraf tetap sehat, tumbuh, dan bekerja dengan baik) di otak, sehingga meningkatkan efek transplantasi MSC. 8,9
Berdasarkan tinjauan tentang peran terapi kombinasi akupunktur dan stem cell pada stroke tersebut, maka sangat dimungkinkan terapi ini dapat efektif pada pasien dengan stroke sebagai upaya untuk mengurangi risiko terjadinya kondisi lebih lanjut menjadi penyakit neurodegeneratif.
Daftar Pustaka
- Elahi FM, Wang MM, Meschia JF. Cerebral Small Vessel Disease-Related Dementia: More Questions Than Answers. Stroke. 2023;54(3):648–60.
- Tang X. Acupuncture for neurodegenerative diseases: mechanisms, efficacy, and future research directions. Am J Transl Res. 2025;17(5):3703–17.
- Review N. Advancements in the treatment of cerebral ischemia-reperfusion injury. 2025;(August 2024).
- Zhang Q, Deng P, Chen S, Xu H, Zhang Y, Chen H, et al. Electroacupuncture and human iPSC-derived small extracellular vesicles regulate the gut microbiota in ischemic stroke via the brain-gut axis. Front Immunol. 2023;14(January):1–14.
- Jia H, He J, Zhao L, Hsu CC, Zhao X, Du Y, et al. Combination of stem cell therapy and acupuncture to treat ischemic stroke: a prospective review. Stem Cell Res Ther [Internet]. 2022;13(1):1–16. Available from: https://doi.org/10.1186/s13287-022-02761-y
- Sivandzade F, Cucullo L. Regenerative stem cell therapy for neurodegenerative diseases: An overview. Int J Mol Sci. 2021;22(4):1–21.
- Sakthiswary R, Raymond AA. Stem cell therapy in neurodegenerative diseases: From principles to practice. Neural Regen Res. 2012;7(23):1822–31.
- Gao H, Ding W. Effect and mechanism of acupuncture on endogenous and exogenous stem cells in disease treatment: A therapeutic review. Life Sci [Internet]. 2023;331(April):122031. Available from: https://doi.org/10.1016/j.lfs.2023.122031
- Ho TJ, Chan TM, Ho LI, Lai CY, Lin CH, MacDonald I, et al. The possible role of stem cells in acupuncture treatment for neurodegenerative diseases: A literature review of basic studies. Cell Transplant. 2014;23(4–5):559–66.
- White A; Editorial Board of Acupuncture in Medicine. Western medical acupuncture: a definition. Acupunct Med. 2009 Mar;27(1):33-5. doi: 10.1136/aim.2008.000372. PMID: 19369193.
- Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Akupunktur Medik. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI:2024.