Peran Akupunktur pada Parkinson

Sumber gambar : https://theconversation.com/parkinsons-four-unusual-signs-you-may-be-at-risk-112035

Penyakit Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif progresif kompleks yang ditandai dengan tremor, kekakuan, bradikinesia, dengan ketidakstabilan postural yang muncul seiring dengan perkembangan penyakit. Hal ini pertama kali dijelaskan oleh James Parkinson pada tahun 1817 dan selanjutnya diamati oleh Jean-Martin Charcot.1 Penyakit Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif kedua yang paling umum setelah penyakit Alzheimer, dengan prevalensi 0,5-1% berusia 65-69 tahun. Prevalensi juga meningkat menjadi 1-3% pada usia 80 tahun ke atas. Angka kejadian Penyakit Parkinson diperkirakan akan meningkat lebih dari 30% pada tahun 2030, yang dapat mengakibatkan meningkatnya biaya langsung dan tidak langsung pada masyarakat dan ekonomi secara keseluruhan. Gangguan ini terkait dengan hilangnya neuron dopaminergik di substansia nigra dan adanya badan lewy. Sebagian besar kasus Parkinson bersifat idiopatik, hanya sekitar 10% kasus memiliki penyebab genetic dan terlihat pada orang muda.1

Akupunktur merupakan terapi yang paling sering digunakan sebagai pelengkap pada pasien dengan Parkinson. Akupunktur telah dilaporkan memiliki efektivitas terapi yang baik untuk Penyakit Parkinson yang dibuktikan dalam uji klinis, seperti perbaikan gejala klinis antara lain tremor, penurunan dosis obat antiparkinson, penurunan efek samping obat, dan peningkatan kualitas dalam kehidupan sehari-hari. Tinjauan sistematis dan meta-analisis oleh Hyun Lee, et al tahun 2017 membuktikan bahwa akupunktur lebih efektif dalam meredakan gejala Parkinson dibandingkan dengan pengobatan konvensional saja atau tanpa pengobatan. Pada tahun 2017 di Singapura terdapat penelitian terdahulu tentang kelelahan yang dialami oleh penderita Parkinson. Akupunktur dilakukan dua kali seminggu dalam 3 hari terpisah selama 5 minggu, dengan total 10 sesi terapi akupunktur. Jarum dipertahankan dalam posisi selama 20 menit. Terapi ini memberikan hasil efektif dalam memperbaiki kelelahan pada pasien dengan Parkinson.2,3

Prevalensi kantuk yang tinggi pada siang hari dan isomnia pada Penyakit Parkinson, mempengaruhi hampir 50% dari pasien Parkinson. Gangguan tidur biasanya muncul pada stadium lanjut penyakit. Penelitian di Brazil tahun 2017 dengan uji klinis acak terkontrol mempresentasikan manfaat terapeutik potensial dari akupunktur pada gangguan tidur pada 22 pasien dengan diagnosis Parkinson idiopatik. Semua peserta dievaluasi oleh Parkinson Disease Sleep Scale (PDSS) Peserta penelitian dengan Parkinson dilakukan terapi akupunktur total selama 8 minggu (seminggu sekali) dengan durasi 30 menit setiap sesi terapinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akupunktur secara signifikan dapat memberikan peningkatan kualitas tidur malam hari, mengurangi psikosis malam hari, dan gejala motorik nokturnal. Temuan ini penting karena gangguan tidur adalah salah satu gejala non motorik yang paling umum pada Parkinson, sehingga mengurangi kualitas hidup dari pasien ini.4

Penelitian di Korea tahun 2020 adalah studi pertama yang memberikan petunjuk mengenai kemungkinan korelasi antara perbaikan gaya berjalan dan aktivasi korteks serebral dengan akupunktur pada pasien dengan Parkinson. Stimulasi akupunktur atau elektroakupunktur dapat memfasilitasi normalisasi aktivitas ganglion basal dan memperbaiki gangguan motorik dengan mengubah tingkat neurotransmitter di berbagai model hewan dengan Parkinson. Elektroakupunktur memperbaiki gangguan motorik melalui peningkatan penghambatan GABAergik di ganglion basal di medial otak depan pada tikus dan mengurangi reseptor protein glutamat metatrobik (mGluR2/3) dan ekspresi mGluR3 mRNA di striatum dalam kerusakan 6-hidroksidopamin. Akupunktur dilakukan 2 kali dalam seminggu selama total keseluruhan 4 minggu. Akupunktur dilakukan di sisi dorsal berdasarkan pedoman STRICTA (Standards for Reporting Interventions in Clinical Trials of Acupuncture; 2010).  Dalam penelitian ini, membuktikan bahwa akupunktur pada pasien Parkinson dapat memperbaiki panjang langkah dan irama ayunan langkah pada penderita Parkinson dengan bradikinesia.5

Referensi

  1. Stoker TB, Greenland JC. Preface. Parkinson’s Disease: Pathogenesis and Clinical Aspects. 2018. ix–ix.
  2. Lee SH, Lim S. Clinical effectiveness of acupuncture on Parkinson disease: A PRISMA-compliant systematic review and meta-analysis. Med (United States). 2017;96(3).
  3. Kong KH, Ng HL, Li W, Ng DW, Tan SI, Tay KY, et al. Acupuncture in the treatment of fatigue in Parkinson’s disease: A pilot, randomized, controlled, study. Brain Behav. 2018;8(1):1–6.
  4. Aroxa FH de A, Gondim ITG de O, Santos ELW, Coriolano M das GW de S, Asano AGC, Asano NMJ. Acupuncture as Adjuvant Therapy for Sleep Disorders in Parkinson’s Disease. JAMS J Acupunct Meridian Stud. 2017;10(1):33–8.
  5. Jang JH, Park S, An J, Choi JD, Seol I chan, Park G, et al. Gait Disturbance Improvement and Cerebral Cortex Rearrangement by Acupuncture in Parkinson’s Disease: A Pilot Assessor-Blinded, Randomized, Controlled, Parallel-Group Trial. Neurorehabil Neural Repair. 2020;34(12):1111–23.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Upcoming Events