Artikel Kesehatan

Peran Akupunktur pada Rheumatoid Arthritis

Sumber: mayoclinic.org

Rheumatoid Arthritis (RA) adalah penyakit autoimun sistemik yang ditandai dengan artritis inflamasi dan keterlibatan ekstra-artikular.1 Awalnya dimulai pada sendi perifer kecil dan biasanya simetris lalu berkembang hingga melibatkan sendi proksimal jika tidak ditangani.2,3,4 Peradangan sendi seiring waktu menyebabkan kerusakan sendi disertai hilangnya tulang rawan dan erosi tulang. RA dengan durasi gejala kurang dari enam bulan didefinisikan sebagai RA awal, dan ketika gejala telah muncul selama lebih dari enam bulan, maka didefinisikan sebagai RA yang sudah menetap. RA jika tidak diobati akan menjadi penyakit progresif dengan morbiditas dan mortalitas yang meningkat.3

Pada RA tidak ada tes laboratorium yang patognomonik, sehingga diagnosis penyakit ini sulit dilakukan pada tahap awal. Pendekatan klinis yang komprehensif diperlukan untuk menegakkan diagnosis dan mencegah kerusakan sendi yang mengganggu.2,3 Pengobatan pasien rheumatoid arthritis memerlukan terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Saat ini, standar perawatannya adalah pengobatan dini dengan obat antirematik yang dapat memodifikasi penyakit. Meskipun telah diobati, banyak pasien mengalami kecacatan dan menderita morbiditas yang signifikan seiring berjalannya waktu. Perawatan farmakologis dan nonfarmakologis yang komprehensif (terapi fisik, konseling, dan pendidikan pasien) diperlukan untuk meningkatkan hasil klinis.4 pasien RA masih memerlukan pengobatan nonfarmakologis untuk mendapatkan kesembuhan tambahan dan pengobatan dengan efek samping yang lebih sedikit. Sekitar 60% hingga 90% pasien arthritis diobati dengan beberapa bentuk pengobatan nonfarmakologis seperti akupunktur. Agen farmakologis untuk meringankan gejala dapat menyebabkan efek samping yang serius (misalnya myelosupresi, gangguan hati dan ginjal, perdarahan gastrointestinal, dan infeksi) dan dapat menimbulkan beban ekonomi yang berat pada pasien. Oleh karena itu, pasien RA masih memerlukan pengobatan nonfarmakologis seperti akupunktur dengan efek samping yang lebih sedikit.5

Obat antirematik yang memodifikasi penyakit (DMARDs) biasanya digunakan untuk mengobati RA termasuk methotrexate, hydroxychloroquine, sulfasalazine, dan leflunomide. Anti-TNF-alpha inhibitors termasuk etanercept, infliximab, adalimumab, golimumab, dan certolizumab pegol. DMARD biologis lainnya termasuk interleukin (IL) 6 inhibitors sepert tocilizumab dan sarilumab, T-cell costimulation inhibitors seperti abatacept (CTLA4-Ig), dan anti-CD20 B-cell depleting monoclonal antibody seperti rituximab. DMARD sintetik yang ditargetkan termasuk Janus kinases (JAK) inhibitors seperti tofacitinib, baricitinib, and upadacitinib. Namun terdapat efek samping yang mungkin terjadi seperti infeksi, herpes zoster, neutropenia, peningkatan LFT, peningkatan kolesterol, kejadian kardiovaskular, trombosis dan demielinasi.2,4

Kortikosteroid umumnya digunakan pada pasien RA. Pada pasien baru dengan RA yang sangat aktif, kortikosteroid dapat digunakan sebagai terapi sementara ketika terapi DMARD mulai diberikan. Penggunaan kortikosteroid jangka panjang dikaitkan dengan berbagai toksisitas, termasuk penambahan berat badan, osteoporosis, dan peningkatan risiko infeksi. NSAID tidak memiliki efek memodifikasi penyakit tetapi biasanya digunakan untuk meredakan gejala yang berhubungan dengan peradangan dan nyeri sendi. NSAID juga berpotensi menyebabkan toksisitas gastrointestinal, ginjal, dan hematologi.12-14

Peran akupunktur pada RA dapat menginduksi proliferasi dan migrasi sel tertentu, terutama fibroblas, dan memodulasi produksi dan sekresi sitokin, faktor pertumbuhan, dan mediator inflamasi seperti CRP, TNF-α , dan IL-6. Akupunktur juga dapat menurunkan stres oksidatif, meningkatkan oksigenasi jaringan, dan menghilangkan rasa sakit.6,7 Akupunktur dapat secara efektif mengurangi kadar IL-6 dalam darah tepi pasien RA, yang menunjukkan bahwa akupunktur memiliki aktivitas antiinflamasi yang tinggi dalam pengobatan RA.8,9 Selain itu akupunktur dapat meningkatkan dan menyelaraskan tubuh, pikiran, dan jiwa, yang selanjutnya secara signifikan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan pasien, dan memiliki efek yang menguntungkan pada hasil, prognosis, dan rehabilitasi penyakit.10

Kesimpulannya, akupunktur dapat bekerja dengan menstimulasi sistem serotonergik, noradrenergik, dan opioid serta mendorong pelepasan endorfin, yang dapat membantu menghilangkan rasa sakit dan meningkatkan perasaan sejahtera dan relaksasi dengan minimal efek samping. Sehingga akupunktur bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup dan indeks kesehatan pada pasien RA, oleh karena itu, terapi ini harus tersedia sebagai pengobatan nonfarmakologis tambahan dalam program rehabilitasi.11

Referensi

  1. Klareskog L, Rönnelid J, Saevarsdottir S, Padyukov L, Alfredsson L. The importance of differences; On environment and its interactions with genes and immunity in the causation of rheumatoid arthritis. J Intern Med. 2020 May;287(5):514-533.
  2. Smolen JS, Aletaha D, McInnes IB. Rheumatoid arthritis. Lancet. 2016 Oct 22;388(10055):2023-2038.
  3. Bullock J, Rizvi SAA, Saleh AM, Ahmed SS, Do DP, Ansari RA, Ahmed J. Rheumatoid Arthritis: A Brief Overview of the Treatment. Med Princ Pract. 2018;27(6):501-507.
  4. Sparks JA. Rheumatoid Arthritis. Ann Intern Med. 2019 Jan 01;170(1):ITC1-ITC16.
  5. S. Seca, S. Kirch, A. S. Cabrita, and H. J. Greten, “Evaluation of the effect of acupuncture on hand pain, functional deficits and health-related quality of life in patients with rheumatoid arthritis-A study protocol for a multicenter, double-blind, randomized clinical trial,” Journal of integrative medicine, vol. 14, no. 3, pp. 219–227, 2016.
  6. R. E. Harris, J.-K. Zubieta, D. J. Scott, V. Napadow, R. H. Gracely, and D. J. Clauw, “Traditional Chinese acupuncture and placebo (sham) acupuncture are differentiated by their effects on μ-opioid receptors (MORs),” NeuroImage, vol. 47, no. 3, pp. 1077– 1085, 2009.
  7. R. X. Han, J. Yang, T. S. Zhang, and W. D. Zhang, “[Effect of fire-needle intervention on serum IL-1 and TNF-alpha levels of rheumatoid arthritis rats],” Zhen Ci Yan Jiu, vol. 37, no. 2, pp. 114–118, 2012.
  8. J. A. Jazayeri, G. J. Carroll, and A. B. Vernallis, “Interleukin-6 subfamily cytokines and rheumatoid arthritis: role of antagonists,” International Immunopharmacology, vol. 10, no. 1, pp. 1–8, 2010.
  9. H. Araki, A. Imaoka, N. Kuboyama, and Y. Abiko, “Reduction of interleukin-6 expression in human synoviocytes and rheumatoid arthritis rat joints by linear polarized near infrared light (Superlizer) irradiation,” Laser Therapy, vol. 20, no. 4, pp. 293–300, 2011.
  10. C. Jin, R. Pang, J. Huang, X. Jing, Z. Wu, and J. Zhao, “Impacts on physical and mental health of patients with polycystic ovary syndrome treated with electroacupuncture:a randomized controlled trial,” Zhongguo Zhen Jiu = Chinese Acupuncture & Moxibustion, vol. 36, no. 6, pp. 591–595, 2016.
  11. Hongchao Li, Siliang Man, Liang Zhang, Lidong Hu, Hui Song, “Clinical Efficacy of Acupuncture for the Treatment of Rheumatoid Arthritis: Meta-Analysis of Randomized Clinical Trials”, Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, vol. 2022, Article ID 5264977, 12 pages, 2022. https://doi.org/10.1155/2022/5264977
  12. Solomon DH, Husni ME, Wolski KE, Wisniewski LM, Borer JS, Graham DY, Libby P, Lincoff AM, Lüscher TF, Menon V, Yeomans ND, Wang Q, Bao W, Berger MF, Nissen SE., PRECISION Trial Investigators. Differences in Safety of Nonsteroidal Antiinflammatory Drugs in Patients With Osteoarthritis and Patients With Rheumatoid Arthritis: A Randomized Clinical Trial. Arthritis Rheumatol. 2018 Apr;70(4):537-546.
  13. Solomon DH, Husni ME, Libby PA, Yeomans ND, Lincoff AM, Lϋscher TF, Menon V, Brennan DM, Wisniewski LM, Nissen SE, Borer JS. The Risk of Major NSAID Toxicity with Celecoxib, Ibuprofen, or Naproxen: A Secondary Analysis of the PRECISION Trial. Am J Med. 2017 Dec;130(12):1415-1422.e4.
  14. Krause D, Mai A, Klaassen-Mielke R, Timmesfeld N, Trampisch U, Rudolf H, Baraliakos X, Schmitz E, Fendler C, Klink C, Boeddeker S, Saracbasi-Zender E, Christoph HJ, Igelmann M, Menne HJ, Schmid A, Rau R, Wassenberg S, Sonuc N, Ose C, Schade-Brittinger C, Trampisch HJ, Braun J. The Efficacy of Short-Term Bridging Strategies With High- and Low-Dose Prednisolone on Radiographic and Clinical Outcomes in Active Early Rheumatoid Arthritis: A Double-Blind, Randomized, Placebo-Controlled Trial. Arthritis Rheumatol. 2022 Oct;74(10):1628-1637.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Upcoming Events