Peran Akupunktur pada Sinusitis

Sinusitis merupakan infeksi dan pembengkakan yang terjadi pada sinus. Sinus merujuk pada rongga-rongga yang terdapat dalam tulang tengkorak, dan pada manusia terdapat empat macam sinus, yaitu sinus frontalis, sinus ethmoidalis, sinus maxilaris, serta sinus sphenoidalis.

Sinusitis lebih banyak terjadi pada orang-orang dengan asma dan alergi. Belum ada data spesifik mengenai epedemiologi sinusitis, namun berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi infeksi saluran pernapasan atas sebesar 9,3%.

Terdapat berbagai gejala dari sinusitis, yang paling utama adalah nyeri pada rongga wajah yang dirasakan pada bagian dahi, rahang atas dan gigi, sekitar hidung atau area mata. Selain itu, gejala yang mungkin timbul adalah hidung tersumbat akibat pembengkakan sinus maupun lendir; hidung berlendir, biasanya bewarna kehijauan,kekuningan, atau keruh, kadang terasa mengalir di belakang tenggorokan dan disebut dengan istilah postnasal drip ; batuk akibat iritasi lendir pada tenggorokan; serta radang tenggorokan.

Pada umumnya, sinusitis disebabkan oleh virus, dan dapat sembuh dalam kurun waktu 7-10 hari. Namun pada kasus lain, sinusitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, protozoa, serta kondisi lingkungan yang lembap. Tatalaksana yang tepat diperlukan pada sinusitis untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi, seperti sinusitis kronis (berlangsung lebih dari 3 bulan atau sering kambuh), infeksi rongga mata yang ditandai dengan pembengkakan kelopak mata dan pada kasus berat dapat terjadi gangguan penglihatan, infeksi pembuhuh darah sekitar sinus, osteomyelitis, kehilangan penciuman, serta meningitis atau infeksi selaput otak yang ditandai dengan demam tinggi, kepala berat, kaku kuduk, kejang, dan penurunan kesadaran.

Hingga saat ini, belum terdapat terapi definitif yang dapat menyembuhkan sinusitis. Pemberian terapi mampu memperbaiki kondisi infeksi maupun gejala, namun tidak menutup kemungkinan bahwa akan terjadi rekurensi penyakit. Pada penanganan sinusitis, dapat dibedakan menjadi terapi medikamentosa meliputi irigasi sinus dengan cairan salin, dekongestan, kortikosteroid oral ataupun intranasal untuk merdakan peradangan, antihistamin, analgetik, dan antibiotik pada kasus dengan kecurigaan infeksi bakteri, serta tatalaksana non-medikamentosa yang meliputi istirahat, kompres hangat pada hidung, mengkonsumsi banyak air, serta dengan akupunktur.

Dalam beberapa penelitian terakhir, akupunktur menunjukkan efektivitasnya dalam mengurangi berbagai gejala pada hidung dan sinus paranasal terkait kondisi imun melalui regulasinya dalam memperbaiki keseimbangan sitokin anti-inflamasi dan pro-inflamasi. Akupuntur juga mampu mengurangi pembengkakan pada sinus yang akan meringankan gejala pasien. Selain itu, melalui perannya dalam regulasi persepsi nyeri pada sistem saraf pusat, serta peningkatan pelepasan opioid tubuh seperti β-endorfin , akupunktur dapat mengurangi keluhan nyeri pada pasien sinusitis. Penelitian akupunktur yang dilakukan oleh Kim,AR dkk (2009) pada pasien dengan rhinitis alergi dengan asma juga menunjukkan perbaikan pada kualitas hidup, gejala pada hidung, serta perbaikan fungsi paru yang disertai dengan penurunan konsumsi obat-obatan steroid.

Pada kondisi penyakit awal, akupunktur dapat menjadi alternatif dari terapi medikamentosa, sementara pada kondisi kronis, kombinasi keduanya terbukti efektif dalam perbaikan gejala dan komplikasi. Diharapkan dengan kombinasi terapi konvensional dan akupunktur, akan dapat meringankan gejala pasien sinusitis serta memperpendek durasi penyakit ini.

Daftar Pustaka

  1. F. J.Zijlstra, I. van denBerg-de Lange, F. J. P. M. Huygen, and J. Klein, “Anti-inflammatory actions of acupuncture,” Mediators of Inflammation, vol. 12, no. 2, pp. 59–69, 2003.
  2. Kim, A.-R., Choi, J.-Y., Kim, J.-I., Jung, S.-Y., & Choi, S.-M. (2011). Acupuncture Treatment of a Patient with Persistent Allergic Rhinitis Complicated by Rhinosinusitis and Asthma. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2011, 1–5.
  3. J. Roberts, A. Huissoon, J. Dretzke, D. Wang, and C. Hyde, “A systematic review of the clinical effectiveness of acupuncture for allergic rhinitis,” BMC Complementary and Alternative Medicine, vol. 8, article 13, 2008.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Upcoming Events