Artikel Kesehatan

Peran Akupunktur Pada Tiroiditis Hashimoto

sumber : https://health.kompas.com/read/2021/05/31/060000168/mengenal-tiroiditis-hashimoto-penyakit-autoimun-tiroid?page=all 

Tiroiditis Hashimoto (HT) pertama kali dideskripsikan oleh sarjana Jepang Hashimoto pada tahun 1912. Penyakit ini merupakan kondisi dimana terjadi kerusakan sel tiroid kronis oleh penyebab autoimun. Tiroiditis Hashimoto disebut juga sebagai tiroiditis autoimun atau tiroiditis limfositik kronik. Insidensi Tiroiditis Hashimoto di dunia saat ini semakin meningkat, diperkirakan sebesar 0.8 per 1000 penduduk pria dan 3.5 per 1000 penduduk wanita. Penyakit ini lebih banyak menyerang wanita, dengan insidensi wanita dibanding pria 10:1. Penyebab dari Tiroiditis Hashimoto dipengaruhi oleh faktor genetik, gangguan imunitas, dan faktor lingkungan. Karakteristik Tiroiditis Hashimoto adalah adanya kerusakan sel tiroid kemudian diganti dengan sel-sel limfoid (sehingga menyebabkan tiromegali atau pembesaran tiroid), serta peningkatan antibodi terhadap peroksidase tiroid (TPO=thyroid peroxidase) dan tiroglobulin.1,2

Tiroiditis Hashimoto secara klinis dapat tidak bergejala dan sering kali terdiagnosis karena adanya goiter atau gondok, dapat juga dalam kondisi penurunan kadar tiroid (hipotiroid) maupun kenaikan kadar tiroid (hipertiroid). Salah satu penelitian yang dilakukan pada 153 penderita Tiroiditis Hashimoto usia < 18 tahun memperlihatkan kadar tiroid normal mendominasi sekitar 47.1% eutiroid, hipotiroid subklinis pada 31.4%, hipotiroid klinis 14.4%, dan hipertiroid pada 7.2%. Gejala yang sering ditemukan antara lain: pelupa, mengantuk, mudah lelah, kesulitan belajar, kuku dan rambut yang rapuh dan kering, kulit kering dan gatal, wajah sembab, konstipasi, nyeri otot, berat badan bertambah, dan laju pertumbuhan melambat.1

Saat ini belum ada terapi yang spesifik untuk Tiroiditis Hashimoto. Pengobatan penyakit ini masih bersifat simptomatik. Dalam kasus fungsi tiroid yang normal, dilakukan pemantauan; dalam kasus hipertiroidisme, gejalanya sebagian besar bersifat sementara dan umumnya tidak memerlukan penanganan khusus; dalam kasus hipotiroidisme, pengobatan klinis sebagian besar dengan terapi hormonal menggunakan levothyroxine; pasien dengan hipotiroidisme berat mungkin memerlukan terapi penggantian tiroksin seumur hidup.3 Adanya efek samping peningkatan ketergantungan pengobatan hormonal serta peningkatan penggunaan dosis sehingga menjadi tidak efektif, kekambuhan setelah penghentian, dan fungsi tiroid yang melemah menjadi kelemahan dari pengobatan hormonal Tiroiditis Hashimoto saat ini. Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi peningkatan penelitian tentang efek selenium, namun masih belum diketahui apakah selenium dapat digunakan sebagai pengobatan rutin. Oleh karena itu mencari pengobatan berkelanjutan dengan efikasi tinggi, efek samping yang rendah dan keamanan tinggi saat ini masih terus dikembangkan.

Akupunktur adalah terapi yang relatif murah, non invasif serta aman yang dapat dilakukan untuk mengatasi berbagai penyakit. Akupunktur telah lama digunakan untuk terapi gangguan tiroid, namun saat ini belum ada standarisasi terapi akupunktur pada gangguan tiroid khususnya Tiroiditis Hashimoto.1,4 Akupunktur dengan berbagai modalitasnya dapat digunakan sebagai terapi penunjang untuk penanganan Tiroiditis Hashimoto. Akupunktur dapat meregulasi hormon tiroid, kadar tiroid serum FT3, FT4 dan menurunkan titer antibodi antitiroid pada studi yang telah dilakukan sebelumnya. Penelitian tentang akupunktur pada Tiroiditis Hashimoto dengan metodologi klinis yang baik masih jarang ditemukan sehingga perlu dilakukan studi klinis double blind lebih banyak dan berskala besar untuk membuktikan secara evidence based efek terapi akupunktur terhadap gangguan tiroid pada umumnya dan Tiroiditis Hashimoto pada khususnya.

Penelitian Xia, et al 2020 didapatkan bahwa total rerata efektifitas fungsi tiroid pada kelompok akupunktur lebih unggul dibandingkan pengobatan standar dengan perbedaan antar kedua kelompok bermakna (p < 0.05). Kadar tiroid serum FT4 (Free Thyroxine) meningkat secara bermakna pada kelompok akupunktur (p < 0.01); serum supersensitive thyrotropin (S-TSH) pada kelompok akupunktur lebih rendah dari kelompok terapi standar. Free triiodothyronine (FT3) lebih tinggi dari kelompok terapi standar namun perbedaan antar kelompok tidak bermakna (p >0.05).4 Hasil dari systematic review meta analisis dapat disimpulkan bahwa akupunktur lebih unggul daripada kelompok terapi alternatif lainnya dalam memperbaiki gejala Tiroiditis Hashimoto dan indikator terkait (kadar TPO-Ab/thyroid peroxidase antibody, thyroglobulin antibody/TG-Ab, TSH, FT3, FT4 serum). Analisis subgrup kadar TPO-Ab/thyroid peroxidase antibody dan TG-Ab/thyroglobulin antibody serum pasca perawatan menunjukkan bahwa frekuensi pengobatan yang berbeda juga meningkatkan kadar TPO-Ab dan TG-Ab serum secara berbeda. Akupunktur memiliki keunggulan keamanan yang tinggi, dan efek samping yang rendah. Semakin banyak penelitian telah mengkonfirmasi bahwa terapi yang akupunktur memiliki efek pengaturan dua arah, spesifik dan holistik pada sistem kekebalan tubuh dan oleh karena itu banyak digunakan. dalam pengobatan penyakit autoimun termasuk Tiroiditis Hashimoto.2

Referensi

1.        Yati NP, Utari A, Tridjaja B. Diagnosis dan Tata Laksana Tiroiditis Hashimoto. Pandu Prakt Klin Ikat Dr Anak Indones. 2017;16.

2.        Si W. Meta-analysis of Acupuncture-Related Therapy Versus Western Drug Replacement Therapy in the Treatment of Hashimoto’s Thyroiditis. J Altern Complement Integr Med 2022 : (8)290.

3.        Zhou D, Hong YL, Wang YC, Qi FJ (2019) Clinical study analysis of 62 cases of Hashimoto’s thyroiditis treated by acupuncture combined with pushing the bridge and bow technique from liver, spleen and kidney theory [C] Chinese Acupuncture and Moxibustion Society. New era, new thinking, new leap, new development-2019 Annual Meeting of the Chinese Acupuncture and Moxibustion Society and 40th Anniversary Review Proceedings. Chinese Acupuncture and Moxibustion Society: Chinese Acupuncture and Moxibustion Society 2019: 6.

4.        Dong Y zheng, Zhao J meng, Bao C hui, Xu H fen, Wu R zhao, Shi Z, et al. Reflection and prospect on acupuncture-moxibustion in treating Hashimoto’s thyroiditis. J Acupunct Tuina Sci. 2016;14(6):443–9.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Upcoming Events