dr. Sarah Shafira Aulia Rahmah, dr. Irma Nareswari, B.Med.Sc, Sp.Ak, SubSp.Ak-AA(K)

Kerontokan rambut atau alopecia merupakan salah satu masalah kulit yang paling umum dialami oleh lebih dari setengah populasi dunia. Alopecia adalah sebuah penyakit yang mengakibatkan kerontokan rambut di area yang biasanya terdapat rambut, berkaitan dengan perubahan pada penampilan kulit kepala akibat penurunan kepadatan rambut secara bertahap. Hal ini rentan menyebabkan masalah emosional dan psikis, karena berkurangnya rasa percaya diri dan interaksi sosial, hingga dapat menurunkan kualitas hidup. Terdapat berbagai jenis alopecia, namun yang paling umum adalah alopecia androgen (kebotakan umum), alopecia areata, dan alopecia yang disebabkan oleh kemoterapi. Kondisi ini juga dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori, yaitu alopecia yang menyebabkan jaringan parut (scar) dan alopecia non-scar yang paling banyak ditemukan. Alopecia diketahui tidak hanya disebabkan oleh faktor penuaan atau genetik, tetapi juga faktor-faktor lain seperti polusi lingkungan, stres, obat-obatan, kelainan sekresi hormon yang disebabkan oleh perubahan pola makan, dan penyakit tertentu.1,2
Pertumbuhan rambut terdiri dari empat fase siklik, yaitu anagen, katagen, telogen, dan eksogen. Fase anagen merupakan fase yang paling aktif dalam pertumbuhan rambut dan menjadi semakin pendek secara progresif setelah setiap siklus. Secara umum, alopecia ditandai dengan memendeknya siklus pertumbuhan rambut dan menyebabkan kerontokan rambut dengan dua cara, yaitu pemendekan fase anagen dan penyusutan papila dermal, yang bertanggung jawab untuk diferensiasi sel folikel rambut dan pertumbuhannya melalui pasokan nutrisi. Akan terjadi perubahan dari rambut yang tebal dan terpigmentasi menjadi rambut yang tipis dan berwarna putih.3

Saat ini, pengobatan yang biasa digunakan untuk alopecia adalah obat Finasteride oral dan Minoxidil topikal. Namun, pengobatan dengan kedua jenis obat ini memiliki beberapa kekurangan dan menimbulkan efek samping serius. Finasteride memerlukan waktu terapi selama 6-12 bulan untuk merangsang pertumbuhan rambut, dan menimbulkan efek samping seperti penurunan hasrat dan fungsi seksual seperti disfungsi ereksi pada pria, serta risiko cacat lahir pada wanita. Sedangkan penggunaan Minoxidil hanya efektif saat obat tersebut tetap berada di kulit kepala selama 3-4 jam dan dapat menyebabkan efek samping seperti pusing, kulit kepala kering, gatal, iritasi kulit, dan kemerahan. Pengobatan seperti transplantasi rambut juga mulai populer, tetapi tetap memiliki efek samping seperti atrofi kulit, ketidakseimbangan hormon, dan hambatan pertumbuhan karena penggunaan obat jangka panjang. 4
Akupunktur adalah suatu modalitas terapi menggunakan jarum pada titik-titik tertentu di tubuh. Studi-studi penelitian terbaru menunjukkan bahwa akupunktur efektif dalam pengobatan alopecia. Akupunktur dapat memodulasi sistem kekebalan tubuh dan membantu memperbaiki kondisi emosional lewat rangsang jaringan saraf, mengingat alopecia adalah kondisi dermatologis umum yang terkait dengan stres psikologis. Titik akupunktur yang paling sering digunakan adalah titik ST36 Zusanli, GV20 Baihui, EXHN-1 Shishencong, GV22 Xinhui, GB5 Xuanlu, KI3 Taixi, PC6 Neiguan, LR3 Taichong, dan ashi point. Titik- titik ini berfungsi mengurangi peradangan, meningkatkan sirkulasi aliran darah lokal, meningkatkan jumlah sel-sel rambut dan sel papila dermal, membantu menyeimbangkan kondisi stres emosional, dan penurunan kadar testosteron yang berperan dalam percepatan kebotakan rambut. 2,4,5
Penelitian yang dilakukan oleh Li et al. dengan total subyek sebanyak 87 pasien yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 43 orang diberikan terapi standar dan 44 orang diberikan terapi akupunktur teknik plum-blossom ditambah obat herbal. Terapi akupunktur diberikan selama 10 menit sebanyak 10 sesi. Hasilnya kelompok yang diberikan terapi akupunktur dan obat herbal menunjukkan pertumbuhan rambut yang lebih cepat dan jumlah rambut rontok lebih sedikit dibandingkan kelompok yang mendapat terapi standar. Hal ini sejalan dengan enelitian yang dilakukan oleh Aisyah pada wanita berusia 31-50 tahun dengan subyek sebanyak 10 orang. Subyek diberikan terapi akupunktur di titik GV20 Baihui, EXHN-1 Sishenchong, KI3 Taixi, LU9 Taiyuan, dan LV3 Taichong selama 5 minggu dan terbukti dapat menurunkan jumlah rambut rontok dan bermakna secara signifikan.6,7
Referensi:
- Leem J, Jung W, Park, HJ, et al. A network pharmacology-based approach to explore mechanism of action of medicinal herbs for alopecia treatment. Sci Rep. 2022;12:2852. https://doi.org/10.1038/s41598-022-06811-6
- Leem SW, Kim MK, Ko SL, Jeong HI, Kim KH. Literature review on korean medicine treatment for alopecia. J Pharmacopuncture. 2021;24(3):93-106.
- Rambwawasvika H, Dzomba P, Gwatidzo L. Alopecia types, current and future treatment. Journal of Dermatology & Cosmetology. 2021;5(4). 15406/jdc.2021.05.00190
- Chen Q, Tao Y, Wang L, Zhang J, Sun B, Yang X. A randomized controlled clinical study of acupuncture therapy for Seborrheic alopecia in young and middle ages: study protocol clinical trial (SPIRIT compliant). Medicine. 2020;99(17). doi: 1097/MD.0000000000019842.
- Li AR, Andrews L, Hilts A, Valdebran M. Efficacy of Acupuncture and Moxibustion in Alopecia: A Narrative Review. Front Med (Lausanne). 2022 Jun 9;9:868079. doi: 10.3389/fmed.2022.868079. PMID: 35755043; PMCID: PMC9219404.
- Li Q, Xie Y, Zha X. The clinical effect of plum blossom needle acupuncture with qi- invigorating superficies-consolidating therapy on seborrheic alopecia. Annals of Palliative Medicine. 2020;9(3):1030-1036. http://dx.doi.org/10.21037/apm-20-909.
- Aisyah ND. Pengaruh teraapi kombinasi 5 titik akupunktur terhadap penurunan jumlah rambut rontok (alopecia androgenetic) pada wanita usia 31-50 tahun. Jurnal Biosains Pascasarjana. 2019;21(2):71-83.