Peran Akupunktur terhadap Obesitas Sarkopenia pada Lansia

Obesitas Sarcopenia (OS) didefinisikan sebagai berkurangnya massa otot rangka dan peningkatan lemak tubuh pada lansia. Seiring dengan bertambahnya usia, maka massa otot rangka seseorang mengalami penurunan akibat proses degeneratif dan digantikan oleh sel lemak di dalam otot. Penurunan massa otot mulai terjadi pada usia sekitar 30 tahun dan pada usia 60 tahun terjadi penurunan massa otot yang lebih cepat yang disertai peningkatan lemak di otot dan organ tubuh lainnya.

OS memiliki dampak negatif terhadap kualitas hidup para lansia dan keluarganya. Berkurangnya massa otot rangka menyebabkan berkurangnya kekuatan dari otot tersebut hal ini dapat menyebabkan peningkatan risiko jatuh dan terjadinya patah tulang pada lansia. Selain itu adanya peningkatan lemak dapat menyebabkan terjadinya reaksi peradangan kronik. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya berbagai macam gangguan kardiovaskular termasuk serangan jantung.

Latihan ketahanan dan asupan diet tinggi protein merupakan metode yang paling efektif untuk meningkatkan massa otot dan menurunkan lemak, tetapi sebagian besar lansia mengalami gangguan persendian, yang membatasi kemampuan mereka untuk melakukan latihan. Selain itu, penurunan asupan makanan adalah masalah lain yang dihadapi pada para lansia.

Akupunktur merupakan suatu metode perangsangan pada titik – titik akupunktur yang terletak pada permukaan tubuh untuk tujuan meningkatkan kesehatan, rehabilitasi, dan untuk mengatasi nyeri. Modalitas terapi akupunktur sendiri dapat berupa penjaruman manual, elektroakupunktur, maupun akupunktur laser. Dengan perangsangan listrik frekuensi tertentu, tubuh dapat menghasilkan berbagai senyawa kimia yang dapat membantu memperbaiki gangguan penyakit pada tubuh. Akupunktur laser digunakan pada kondisi yang tidak memungkinkan untuk dilakukan penusukan jarum secara manual, seperti seseorang yang mengkonsumsi obat-obatan pengencer darah.

Dari beberapa penelitian, akupunktur yang dikombinasikan dengan pemberian suplemen asam amino esensial terbukti dapat meningkatkan massa otot rangka dan menurunkan lemak otot pada lansia. Akupunktur dapat memperbaiki aliran darah ke otot, merangsang pembentukan protein otot dan regenerasi sel-sel otot. Selain itu, akupunktur juga dapat menurunkan kadar lemak tubuh yang berlebihan dan menurunkan peradangan kronik yang terjadi. Terapi akupunktur dilakukan 2 kali per minggu selama 12 kali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Upcoming Events