Peran terapi akupunktur pada gangguan cemas

Gangguan cemas (Anxietas disorder) adalah sekelompok gangguan mental dengan perasaan cemas dan takut yang berlebihan.Gangguan cemas terjadi ketika seseorang merasa takut, dengan penyebab yang tidak diketahui, tidak dikenali, atau tidak cukup untuk menjelaskan timbulnya gejala. Yang termasuk dalam gangguan cemas adalah gangguan cemas umum, gangguan panik, gangguan obsesif-kompulsif, fobia spesifik, fobia sosial (gangguan kecemasan sosial), dan gangguan stres pasca trauma.1

Tanda dan gejala gangguan cemas meliputi gelisah, mudah lelah, sulit konsentrasi, mudah tersinggung, ketegangan otot, dan gangguan tidur.2 Gangguan cemas dapat juga meliputi gejala somatis seperti berkeringat, berdebar, pusing, pingsan, gangguan pencernaan seperti diare dan meningkatnya frekuensi berkemih.1

Gangguan cemas menempati peringkat pada 10 penyebab disabilitas di seluruh dunia dan merupakan kondisi psikiatri paling sering di negara Eropa dengan lebih dari 60 juta orang mengalami kondisi ini. Gangguan cemas juga dilaporkan menjadi Global burden of disease pada tahun 2015.3 Gangguan cemas dapat berlangsung kronik, dan menimbulkan beban sosial yang tinggi.4

Penyebab dari gangguan cemas banyak dihubungkan dengan gangguan pada bagian otak tertentu, ketidakseimbangan hormonal dan neurotransmiter otak1, dan juga faktor genetik, biopsikososial, dan trauma.5

Farmakoterapi, psikoterapi, atau kombinasi keduanya merupakan pengobatan konvensional untuk gangguan cemas. Namun pada penggunaan jangka panjang farmakoterapi dapat menyebabkan habituasi dan menimbulkan efek samping.3 Efek samping yang muncul dapat berupa letargi, nyeri kepala, pusing, tremor, jantung berdebar, dan fotofobia.6

Akupunktur merupakan terapi non farmakologis yang telah banyak digunakan dengan efek samping minimal untuk menangani kasus gangguan cemas. Telah banyak terdapat penelitian terpublikasi yang menunjukkan efektifitas terapi akupunktur pada kasus gangguan cemas. Mekanisme kerja akupunktur pada gangguan cemas antara lain adalah melalui regulasi sistem saraf otonom7, hormonal dan neurotransmiter otak.1 Selain itu, akupunktur juga terbukti dapat memperbaiki kualitas tidur pada penderita gangguan cemas,8 sehingga dapat menjadi pilihan dalam tatalaksana gangguan ini.

DAFTAR PUSTAKA

1. He Y, States U, Chen J, et al. Scalp Acupuncture Treatment Protocol for Anxiety Disorders : A Case Report. 2014; 3: 35–39.

2. Publishing AP. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders 5th Edition. 2013. Epub ahead of print 2013. DOI: 10.1186/1477-7525-2-45.

3. Li M, Xing X, Yao L, et al. Acupuncture for treatment of anxiety, an overview of systematic reviews. Complement Ther Med 2019; 43: 247–252.

4. Siddiqui IJ. Acupuncture for Treating Anxiety and Depression in Women : A Clinical Systematic Review David. 2013; 25: 164–172.

5. D. Warren Spence, Leonid Kayumov, Adam Chen, Alan Lowe, Umesh Jain, Martin A. Katzman, Jianhua Shen, Boris Perelman CMS. Acupuncture Increases Nocturnal Melatonin Secretion and Reduces Insomnia and Anxiety: A Preliminary Report. 2004; 16: 19–28.

6. Lisa L. von Moltke, MD; David J. Greenblatt M, Anxiety. Medication dependence and anxiety. 237–245.

7. Tu C, Macdonald I, Chen Y, et al. The Effects of Acupuncture on Glutamatergic Neurotransmission in Depression , Anxiety , Schizophrenia , and Alzheimer ’ s Disease : A Review of the Literature. 10. Epub ahead of print 2019. DOI: 10.3389/fpsyt.2019.00014.

8. Ito H, Yamada O, Kira Y, et al. The effects of auricular acupuncture on weight reduction and feeding-related cytokines : a pilot study. Epub ahead of print 2015. DOI: 10.1136/bmjgast-2014-000013.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Upcoming Events